Menu

Mode Gelap
Sengketa Tanah di Ogan Komering Ilir: Mediasi Buntu, Akses Perusahaan Terancam Ditutup Aksi Damai di Kejati Sumsel, GRANSI dan Forum LSM Bersatu Minta Usut Dugaan Korupsi Proyek Pertanian Tahun Anggaran 2025 di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Sumsel Kuasa Hukum Junaidi Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Air Sugihan, Tegaskan Latar Belakang Sengketa Lahan Harus Diungkap Secara Utuh Ketua LSM KRAK Sumsel: “Jangan Main-Main dengan Hak Rakyat!” Rekomendasi HGU Komisi II DPR RI Harus Segera Dieksekusi PT Melania Kembali Jadi Sorotan, Diduga Lakukan Penggalian di Luar HGU LSM PERMAK Kritik Studi Tiru 15 Desa di Lempuing Jaya: Habiskan Anggaran di Tengah Defisit

Daerah

Proyek Strategis Irigasi Lematang Terus Berlanjut

badge-check


					Proyek Strategis Irigasi Lematang Terus Berlanjut Perbesar

PAGAR ALAM, Wartasumsel.co.id– Pembangunan Daerah Irigasi (DI) Lematang di Kota Pagar Alam terus berlanjut dan kini telah memasuki tahap ketiga sejak dimulai pada 2015. Proyek ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2025, yang bertujuan mendukung ketahanan pangan nasional.

Keberadaan DI Lematang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air pertanian masyarakat, khususnya petani padi dan sayuran di Desa Perigi, Plangkenidai, Jokoh, dan Salipaya.

Gagasan pembangunan irigasi tersebut telah dirintis sejak 1 Oktober 2004 melalui pembentukan Tim Panitia Perencanaan Pembangunan Irigasi Lematang Plangkenidai, Kecamatan Dempo Tengah, Kota Pagar Alam. Pelaksanaan fisik dimulai dengan pembangunan bendung di Desa Semidang Alas pada tahap pertama yang berlangsung dari 2015 hingga 2019.

Pembangunan sempat terhenti pada 2020 hingga 2021 akibat pandemi Covid-19. Pekerjaan kemudian dilanjutkan pada tahap kedua pada 2022 hingga 2024 dengan fokus pembangunan saluran primer dan sekunder. Memasuki 2025, proyek tahap ketiga diarahkan pada penyelesaian Saluran Sekunder Jokoh.

Melalui pembangunan DI Lematang, pemerintah berharap ketersediaan air bagi lahan pertanian masyarakat semakin meningkat. Kota Pagar Alam yang selama ini dikenal sebagai sentra kopi diharapkan mampu mengembangkan komoditas pertanian lainnya, seperti padi dan sayuran. Dengan sistem irigasi yang memadai, petani tidak lagi bergantung pada musim hujan dan berpeluang melakukan panen hingga tiga kali dalam setahun.

Saat ini, Daerah Irigasi Lematang diproyeksikan mampu mengairi lahan sawah seluas sekitar 3.000 hektare, dengan total panjang saluran yang telah dibangun mencapai kurang lebih 40 kilometer. Pada awal 2025, uji pengaliran air telah dilakukan di seluruh saluran yang terbangun. Meski demikian, masih terdapat beberapa titik saluran dengan debit air yang belum optimal dan menjadi aspirasi masyarakat untuk penyempurnaan ke depan.

Pihak manajemen selaku penyedia jasa pelaksana pekerjaan menyatakan komitmennya untuk melaksanakan proyek sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis. “Kami berkomitmen menjaga kualitas pekerjaan, memperhatikan keselamatan kerja, serta kelestarian lingkungan. Pembangunan Daerah Irigasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Perigi, Plangkenidai, Jokoh, dan Salipaya,” ujar perwakilan manajemen Viroel.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan proyek pihaknya melibatkan tenaga kerja lokal serta menjalin koordinasi dengan pemerintah desa dan kelompok tani setempat agar pekerjaan berjalan lancar dan berkelanjutan. “Kami berharap setelah proyek ini selesai, sistem irigasi Lematang dapat berfungsi optimal dan mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Pagar Alam,” tambahnya.

Pemerintah daerah berharap pembangunan DI Lematang dapat memperkuat pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, mendukung ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Pagar Alam.

(Nelly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sengketa Tanah di Ogan Komering Ilir: Mediasi Buntu, Akses Perusahaan Terancam Ditutup

24 Juli 2026 - 09:48 WIB

Aksi Damai di Kejati Sumsel, GRANSI dan Forum LSM Bersatu Minta Usut Dugaan Korupsi Proyek Pertanian Tahun Anggaran 2025 di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Sumsel

14 Juli 2026 - 13:31 WIB

Kuasa Hukum Junaidi Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Air Sugihan, Tegaskan Latar Belakang Sengketa Lahan Harus Diungkap Secara Utuh

11 Juli 2026 - 21:16 WIB

LSM PERMAK Kritik Studi Tiru 15 Desa di Lempuing Jaya: Habiskan Anggaran di Tengah Defisit

16 Mei 2026 - 17:03 WIB

SemutGatal Sumsel Siap Berkontribusi Nyata Untuk Masyarakat Kertapati

9 Mei 2026 - 15:45 WIB

Trending di Daerah