Aliyyah Pimpin Tim Unsri Raih 4 Penghargaan di National Business Plan Competition Nelayan Menjerit !, Dugaan  TRAWL Resahkan Kuala Sungai Pasir SPAK-OKI Bawa Dugaan Pungli Disdik ke Pemda, Kabid SD Disorot Dugaan Pengeroyokan di Lapas Kayuagung, Korban Masuk ICU, Tiga Warga Binaan Di-BAP Demo di Kantor Gubernur Sumsel, GRANSI ‘Gedor’ Disdik: Soroti Pungutan SMK Negeri 2 Palembang dan Desak Kadisdik Dievaluasi Dirgahayu Republik Indonesia Ke – 81, Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

Daerah

Dugaan Kebocoran Anggaran Rp 400 Miliar di OKI, APH Diminta Tindaklanjuti

badge-check


					Forum Masyarakat dan Mahasiswa Oki (FMMOB) saat Aksi Damai di KPK pada beberapa waktu lalu. Perbesar

Forum Masyarakat dan Mahasiswa Oki (FMMOB) saat Aksi Damai di KPK pada beberapa waktu lalu.

Kayuagung, Wartasumsel.co.id — Dugaan kebocoran anggaran hingga Rp 400 miliar mencuat di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Penjabat (Pj) Bupati OKI, Asmar Wijaya, dituding terlibat dalam kasus ini, yang berdampak pada keterlambatan pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pihak ketiga.

Forum Masyarakat dan Mahasiswa Bersatu OKI (FMMOB), yang diwakili oleh aktivis anti korupsi Feri Utama dan Herman Sangkut, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengusut tuntas dugaan korupsi tersebut. “Paling tidak, APH harus menyelamatkan kerugian negara yang terjadi akibat kebocoran anggaran ini,” ujar Feri dalam perbincangan bersama Transkapuas, Kamis (15/1).

Menurut Feri, kebocoran anggaran ini menunjukkan adanya kejanggalan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten OKI. “Seharusnya, gaji ASN dan pembayaran pihak ketiga yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak mengalami kendala. Namun, faktanya pembayaran tersebut tertunda,” tambahnya.

Herman Sangkut menilai bahwa selama menjabat, tugas Pj Bupati OKI lebih banyak berfokus pada pencitraan daripada menyelesaikan permasalahan mendasar, seperti pengelolaan anggaran. “Ini menjadi catatan penting agar ke depan tidak ada lagi kerugian negara yang ditutupi,” ujarnya.

Dugaan kerugian negara sebesar Rp 400 miliar ini menjadi perhatian serius masyarakat OKI, yang berharap APH dapat bertindak cepat untuk menyelamatkan keuangan daerah dan memastikan adanya transparansi dalam pengelolaan anggaran.

Sementara PJ bupati OKI Asmar Wijaya saat berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi (okn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Nelayan Menjerit !, Dugaan  TRAWL Resahkan Kuala Sungai Pasir

30 September 2026 - 20:28 WIB

SPAK-OKI Bawa Dugaan Pungli Disdik ke Pemda, Kabid SD Disorot

30 September 2026 - 18:16 WIB

Dugaan Pengeroyokan di Lapas Kayuagung, Korban Masuk ICU, Tiga Warga Binaan Di-BAP

22 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Demo di Kantor Gubernur Sumsel, GRANSI ‘Gedor’ Disdik: Soroti Pungutan SMK Negeri 2 Palembang dan Desak Kadisdik Dievaluasi

13 Agustus 2026 - 00:36 WIB

Dirgahayu Republik Indonesia Ke – 81, Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

12 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Trending di Daerah