Menu

Mode Gelap
Diskominfo OKI Sosialisasikan PP Tunas, Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital Ironis! Gedung Baru SDN 08 Talang Kelapa Sudah Bocor, Aktivitas Belajar Terganggu Icang Rahardian: Jangan Biarkan Mitra MBG Main-Main dengan Gizi Anak Konflik Lahan di OKI Memanas, Petani Kirim Surat Resmi ke Prabowo Membara lagi kebakaran Illegal Refinery di Pal-2, Kecamatan Babat Toman Paripurna LKPJ 2025, DPRD OKI Ingatkan Program Jangan Sekadar Serapan Anggaran

Daerah

Dugaan Kebocoran Anggaran Rp 400 Miliar di OKI, APH Diminta Tindaklanjuti

badge-check


					Forum Masyarakat dan Mahasiswa Oki (FMMOB) saat Aksi Damai di KPK pada beberapa waktu lalu. Perbesar

Forum Masyarakat dan Mahasiswa Oki (FMMOB) saat Aksi Damai di KPK pada beberapa waktu lalu.

Kayuagung, Wartasumsel.co.id — Dugaan kebocoran anggaran hingga Rp 400 miliar mencuat di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Penjabat (Pj) Bupati OKI, Asmar Wijaya, dituding terlibat dalam kasus ini, yang berdampak pada keterlambatan pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pihak ketiga.

Forum Masyarakat dan Mahasiswa Bersatu OKI (FMMOB), yang diwakili oleh aktivis anti korupsi Feri Utama dan Herman Sangkut, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengusut tuntas dugaan korupsi tersebut. “Paling tidak, APH harus menyelamatkan kerugian negara yang terjadi akibat kebocoran anggaran ini,” ujar Feri dalam perbincangan bersama Transkapuas, Kamis (15/1).

Menurut Feri, kebocoran anggaran ini menunjukkan adanya kejanggalan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten OKI. “Seharusnya, gaji ASN dan pembayaran pihak ketiga yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) tidak mengalami kendala. Namun, faktanya pembayaran tersebut tertunda,” tambahnya.

Herman Sangkut menilai bahwa selama menjabat, tugas Pj Bupati OKI lebih banyak berfokus pada pencitraan daripada menyelesaikan permasalahan mendasar, seperti pengelolaan anggaran. “Ini menjadi catatan penting agar ke depan tidak ada lagi kerugian negara yang ditutupi,” ujarnya.

Dugaan kerugian negara sebesar Rp 400 miliar ini menjadi perhatian serius masyarakat OKI, yang berharap APH dapat bertindak cepat untuk menyelamatkan keuangan daerah dan memastikan adanya transparansi dalam pengelolaan anggaran.

Sementara PJ bupati OKI Asmar Wijaya saat berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi (okn).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Diskominfo OKI Sosialisasikan PP Tunas, Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

28 April 2026 - 17:16 WIB

Ironis! Gedung Baru SDN 08 Talang Kelapa Sudah Bocor, Aktivitas Belajar Terganggu

7 April 2026 - 18:40 WIB

Membara lagi kebakaran Illegal Refinery di Pal-2, Kecamatan Babat Toman

4 April 2026 - 07:16 WIB

Paripurna LKPJ 2025, DPRD OKI Ingatkan Program Jangan Sekadar Serapan Anggaran

31 Maret 2026 - 09:57 WIB

“Kasus Kepsek Aniaya Aktivis Memanas: Bupati Banyuasin, Kadisdik dan Polsek Mariana Didesak Bertanggung Jawab”

15 Maret 2026 - 01:45 WIB

Trending di Banyuasin