Menu

Mode Gelap
Sengketa Tanah di Ogan Komering Ilir: Mediasi Buntu, Akses Perusahaan Terancam Ditutup Aksi Damai di Kejati Sumsel, GRANSI dan Forum LSM Bersatu Minta Usut Dugaan Korupsi Proyek Pertanian Tahun Anggaran 2025 di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Sumsel Kuasa Hukum Junaidi Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Air Sugihan, Tegaskan Latar Belakang Sengketa Lahan Harus Diungkap Secara Utuh Ketua LSM KRAK Sumsel: “Jangan Main-Main dengan Hak Rakyat!” Rekomendasi HGU Komisi II DPR RI Harus Segera Dieksekusi PT Melania Kembali Jadi Sorotan, Diduga Lakukan Penggalian di Luar HGU LSM PERMAK Kritik Studi Tiru 15 Desa di Lempuing Jaya: Habiskan Anggaran di Tengah Defisit

Daerah

Geger! Dugaan Pungli dan Manipulasi Program Pertanian di Ogan Komering Ilir Siap Dilaporkan ke Pusat

badge-check


					Geger! Dugaan Pungli dan Manipulasi Program Pertanian di Ogan Komering Ilir Siap Dilaporkan ke Pusat Perbesar

Dugaan praktik terstruktur: setoran puluhan juta bantuan alsintan, proyek bermasalah, hingga manipulasi lahan cetak sawah. LSM sebut petani jadi korban, negara berpotensi dirugikan.

Kayuagung, Wartasumselbabel.com – Aroma dugaan korupsi di sektor pertanian Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kian menyengat. LSM GMP-TIPIDKOR Sumatera Selatan mengungkap indikasi praktik terstruktur yang melibatkan sejumlah oknum dalam penyaluran bantuan hingga pelaksanaan program pertanian.

Hasil investigasi lapangan mengungkap dugaan adanya kewajiban setoran Rp40 juta hingga Rp50 juta bagi setiap brigade pangan penerima bantuan alat mesin pertanian (alsintan). Setoran tersebut diduga mengalir ke oknum pejabat di lingkungan DKPTPH OKI.

Skema ini disebut tidak berdiri sendiri. Dampaknya, alsintan yang seharusnya digunakan untuk meningkatkan produktivitas petani justru diduga disewakan ke luar daerah demi menutup “biaya setoran”. Kondisi ini memicu distorsi tujuan program dan merugikan petani lokal.

Tak berhenti di situ, dugaan tumpang tindih proyek konstruksi saluran air dan Jalan Usaha Tani (JUT) yang tidak sesuai RAB memperkuat indikasi adanya persoalan serius dalam tata kelola anggaran.

Sementara itu, pada program Optimalisasi Lahan (OPLAH) di Desa Gajah Mati, ditemukan dugaan ketidaksesuaian data penerima manfaat. Bahkan, muncul dugaan praktik jual beli lahan cetak sawah ke pihak luar daerah dengan modus pemalsuan nama kelompok tani.

Ketua LSM GMP-TIPIDKOR Sumsel, Rahmi Novianti, S.Sos., M.Si., menyebut temuan ini mengarah pada pola penyimpangan yang sistematis.

“Ini bukan lagi persoalan administratif. Jika terbukti, ini bisa masuk kategori tindak pidana korupsi yang terstruktur dan merugikan negara serta petani,” tegasnya.

Pihaknya memastikan akan melaporkan seluruh temuan ke Kementerian Pertanian, Inspektorat Jenderal, serta aparat penegak hukum.

Terindikasi Pelanggaran Serius

Sejumlah temuan tersebut berpotensi melanggar ketentuan pidana, di antaranya: Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Pasal 12 huruf e: dugaan pemaksaan setoran oleh pejabat kepada penerima bantuan.

Pasal 3: penyalahgunaan kewenangan yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Pasal 263 KUHP: dugaan pemalsuan dokumen/data kelompok tani.

Jika seluruh rangkaian dugaan ini terbukti, maka tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga merusak kepercayaan terhadap program ketahanan pangan yang seharusnya berpihak pada petani.

Hingga berita ini diturunkan, pihak DKPTPH Kabupaten OKI belum memberikan tanggapan resmi. Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan yang mencuat. (Tim-red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sengketa Tanah di Ogan Komering Ilir: Mediasi Buntu, Akses Perusahaan Terancam Ditutup

24 Juli 2026 - 09:48 WIB

Aksi Damai di Kejati Sumsel, GRANSI dan Forum LSM Bersatu Minta Usut Dugaan Korupsi Proyek Pertanian Tahun Anggaran 2025 di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Sumsel

14 Juli 2026 - 13:31 WIB

Kuasa Hukum Junaidi Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Air Sugihan, Tegaskan Latar Belakang Sengketa Lahan Harus Diungkap Secara Utuh

11 Juli 2026 - 21:16 WIB

LSM PERMAK Kritik Studi Tiru 15 Desa di Lempuing Jaya: Habiskan Anggaran di Tengah Defisit

16 Mei 2026 - 17:03 WIB

SemutGatal Sumsel Siap Berkontribusi Nyata Untuk Masyarakat Kertapati

9 Mei 2026 - 15:45 WIB

Trending di Daerah