Palembang, Wartasumsel.co.id — Kondisi Pasar Satelit Perumnas Sako Kenten, yang menjadi pusat perdagangan di Kecamatan Sako dan Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, kian memprihatinkan. Ketidakdisiplinan pedagang dalam menata lapak membuat pasar terlihat semrawut, kotor, dan tidak teratur.
Fitri, warga yang rutin melintasi kawasan tersebut, mengungkapkan keluhannya. “Pasarnya kotor, becek, bau, semrawut. Ditambah lagi ada mobil pengangkut sampah yang parkir di jalan, membuat kemacetan semakin parah,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).
Berdasarkan pantauan di lapangan, penyebab utama kekacauan ini adalah keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menguasai bahu jalan, saluran air, dan bahkan jalur hijau. Akibatnya, ruang publik yang seharusnya menjadi area terbuka justru berubah menjadi deretan lapak.
Salah seorang pedangan PKL ElT (48), mengaku para pedagang membayar berbagai pungutan kepada pihak pengelola pasar. “Selain membeli lapak, kami juga membayar iuran harian dan karcis keamanan. Makanya kami merasa bebas berjualan di sini, meski tempatnya sebenarnya untuk taman,” katanya.
Situasi semakin semrawut karena hilangnya upaya penertiban. Rinto (30), seorang pembeli, mengatakan dulu sempat ada razia dan aksi “kucing-kucingan” antara PKL dan Satpol PP, sehingga pasar sesekali tampak rapi. “Sekarang sudah tidak ada lagi penertiban. PKL semakin bebas berjualan, bahkan di area yang jelas-jelas bukan untuk berdagang,” ujarnya.
Pantauan di lokasi menunjukkan, lapak pedagang buah, sayur, minuman, hingga makanan berjejer di kiri kanan jalan masuk pasar. Kondisi ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga memicu kemacetan di kawasan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah penataan kembali Pasar Satelit Perumnas Sako Kenten. (rhm)













1 Komentar
kak pada kalimat “Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menguasai bahu jalan, saluran air, dan bahkan jalur hijau. Akibatnya, ruang publik yang seharusnya menjadi area terbuka justru berubah menjadi deretan lapak.” ini dapat datanya dimana ya kak soalnya kebetulan saya ingin melakukan penelitian di pasar perumnas 🙏 terimakasih.