Menu ✖

Mode Gelap
Nelayan Menjerit !, Dugaan  TRAWL Resahkan Kuala Sungai Pasir SPAK-OKI Bawa Dugaan Pungli Disdik ke Pemda, Kabid SD Disorot Dugaan Pengeroyokan di Lapas Kayuagung, Korban Masuk ICU, Tiga Warga Binaan Di-BAP Demo di Kantor Gubernur Sumsel, GRANSI ‘Gedor’ Disdik: Soroti Pungutan SMK Negeri 2 Palembang dan Desak Kadisdik Dievaluasi Dirgahayu Republik Indonesia Ke – 81, Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju Dirgahayu Republik Indonesia Ke – 81, Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

Headline

Pasar Satelit Perumnas Sako Kenten Kian Semrawut, Warga Keluhkan Kondisi Kotor dan Macet

badge-check


					Kondisi Pasar Satelit Perumnas Sako Kenten, yang menjadi pusat perdagangan di Kecamatan Sako dan Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, kian memprihatinkan. Ketidakdisiplinan pedagang dalam menata lapak membuat pasar terlihat semrawut, kotor, dan tidak teratur Perbesar

Kondisi Pasar Satelit Perumnas Sako Kenten, yang menjadi pusat perdagangan di Kecamatan Sako dan Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, kian memprihatinkan. Ketidakdisiplinan pedagang dalam menata lapak membuat pasar terlihat semrawut, kotor, dan tidak teratur

Palembang, Wartasumsel.co.id  — Kondisi Pasar Satelit Perumnas Sako Kenten, yang menjadi pusat perdagangan di Kecamatan Sako dan Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, kian memprihatinkan. Ketidakdisiplinan pedagang dalam menata lapak membuat pasar terlihat semrawut, kotor, dan tidak teratur.

Fitri, warga yang rutin melintasi kawasan tersebut, mengungkapkan keluhannya. “Pasarnya kotor, becek, bau, semrawut. Ditambah lagi ada mobil pengangkut sampah yang parkir di jalan, membuat kemacetan semakin parah,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).

Berdasarkan pantauan di lapangan, penyebab utama kekacauan ini adalah keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menguasai bahu jalan, saluran air, dan bahkan jalur hijau. Akibatnya, ruang publik yang seharusnya menjadi area terbuka justru berubah menjadi deretan lapak.

Salah seorang pedangan PKL ElT (48), mengaku para pedagang membayar berbagai pungutan kepada pihak pengelola pasar. “Selain membeli lapak, kami juga membayar iuran harian dan karcis keamanan. Makanya kami merasa bebas berjualan di sini, meski tempatnya sebenarnya untuk taman,” katanya.

Situasi semakin semrawut karena hilangnya upaya penertiban. Rinto (30), seorang pembeli, mengatakan dulu sempat ada razia dan aksi “kucing-kucingan” antara PKL dan Satpol PP, sehingga pasar sesekali tampak rapi. “Sekarang sudah tidak ada lagi penertiban. PKL semakin bebas berjualan, bahkan di area yang jelas-jelas bukan untuk berdagang,” ujarnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan, lapak pedagang buah, sayur, minuman, hingga makanan berjejer di kiri kanan jalan masuk pasar. Kondisi ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga memicu kemacetan di kawasan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah penataan kembali Pasar Satelit Perumnas Sako Kenten. (rhm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Cendy

    kak pada kalimat “Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menguasai bahu jalan, saluran air, dan bahkan jalur hijau. Akibatnya, ruang publik yang seharusnya menjadi area terbuka justru berubah menjadi deretan lapak.” ini dapat datanya dimana ya kak soalnya kebetulan saya ingin melakukan penelitian di pasar perumnas 🙏 terimakasih.

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

Nelayan Menjerit !, Dugaan  TRAWL Resahkan Kuala Sungai Pasir

30 September 2026 - 20:28 WIB

SPAK-OKI Bawa Dugaan Pungli Disdik ke Pemda, Kabid SD Disorot

30 September 2026 - 18:16 WIB

Dugaan Pengeroyokan di Lapas Kayuagung, Korban Masuk ICU, Tiga Warga Binaan Di-BAP

22 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Dirgahayu Republik Indonesia Ke – 81, Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

12 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Dirgahayu Republik Indonesia Ke – 81, Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

12 Agustus 2026 - 06:29 WIB

Trending di Headline