Menu

Mode Gelap
Pupuk Subsidi Naik Jauh dari HET? Petani Pampangan Minta Sidak Dana Hibah KONI Palembang Disorot, GRANSI Minta Kejari Periksa Seluruh Pengurus dan Dispora Sengketa Tanah di Ogan Komering Ilir: Mediasi Buntu, Akses Perusahaan Terancam Ditutup Aksi Damai di Kejati Sumsel, GRANSI dan Forum LSM Bersatu Minta Usut Dugaan Korupsi Proyek Pertanian Tahun Anggaran 2025 di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Sumsel Kuasa Hukum Junaidi Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Air Sugihan, Tegaskan Latar Belakang Sengketa Lahan Harus Diungkap Secara Utuh Ketua LSM KRAK Sumsel: “Jangan Main-Main dengan Hak Rakyat!” Rekomendasi HGU Komisi II DPR RI Harus Segera Dieksekusi

Headline

Pasar Satelit Perumnas Sako Kenten Kian Semrawut, Warga Keluhkan Kondisi Kotor dan Macet

badge-check


					Kondisi Pasar Satelit Perumnas Sako Kenten, yang menjadi pusat perdagangan di Kecamatan Sako dan Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, kian memprihatinkan. Ketidakdisiplinan pedagang dalam menata lapak membuat pasar terlihat semrawut, kotor, dan tidak teratur Perbesar

Kondisi Pasar Satelit Perumnas Sako Kenten, yang menjadi pusat perdagangan di Kecamatan Sako dan Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, kian memprihatinkan. Ketidakdisiplinan pedagang dalam menata lapak membuat pasar terlihat semrawut, kotor, dan tidak teratur

Palembang, Wartasumsel.co.id  — Kondisi Pasar Satelit Perumnas Sako Kenten, yang menjadi pusat perdagangan di Kecamatan Sako dan Kecamatan Sematang Borang, Kota Palembang, kian memprihatinkan. Ketidakdisiplinan pedagang dalam menata lapak membuat pasar terlihat semrawut, kotor, dan tidak teratur.

Fitri, warga yang rutin melintasi kawasan tersebut, mengungkapkan keluhannya. “Pasarnya kotor, becek, bau, semrawut. Ditambah lagi ada mobil pengangkut sampah yang parkir di jalan, membuat kemacetan semakin parah,” ujarnya, Selasa (12/8/2025).

Berdasarkan pantauan di lapangan, penyebab utama kekacauan ini adalah keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menguasai bahu jalan, saluran air, dan bahkan jalur hijau. Akibatnya, ruang publik yang seharusnya menjadi area terbuka justru berubah menjadi deretan lapak.

Salah seorang pedangan PKL ElT (48), mengaku para pedagang membayar berbagai pungutan kepada pihak pengelola pasar. “Selain membeli lapak, kami juga membayar iuran harian dan karcis keamanan. Makanya kami merasa bebas berjualan di sini, meski tempatnya sebenarnya untuk taman,” katanya.

Situasi semakin semrawut karena hilangnya upaya penertiban. Rinto (30), seorang pembeli, mengatakan dulu sempat ada razia dan aksi “kucing-kucingan” antara PKL dan Satpol PP, sehingga pasar sesekali tampak rapi. “Sekarang sudah tidak ada lagi penertiban. PKL semakin bebas berjualan, bahkan di area yang jelas-jelas bukan untuk berdagang,” ujarnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan, lapak pedagang buah, sayur, minuman, hingga makanan berjejer di kiri kanan jalan masuk pasar. Kondisi ini tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga memicu kemacetan di kawasan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah penataan kembali Pasar Satelit Perumnas Sako Kenten. (rhm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Cendy

    kak pada kalimat “Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menguasai bahu jalan, saluran air, dan bahkan jalur hijau. Akibatnya, ruang publik yang seharusnya menjadi area terbuka justru berubah menjadi deretan lapak.” ini dapat datanya dimana ya kak soalnya kebetulan saya ingin melakukan penelitian di pasar perumnas 🙏 terimakasih.

    Balas
semua sudah ditampilkan
Baca Lainnya

Pupuk Subsidi Naik Jauh dari HET? Petani Pampangan Minta Sidak

8 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Sengketa Tanah di Ogan Komering Ilir: Mediasi Buntu, Akses Perusahaan Terancam Ditutup

24 Juli 2026 - 09:48 WIB

Kuasa Hukum Junaidi Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Air Sugihan, Tegaskan Latar Belakang Sengketa Lahan Harus Diungkap Secara Utuh

11 Juli 2026 - 21:16 WIB

Ketua LSM KRAK Sumsel: “Jangan Main-Main dengan Hak Rakyat!” Rekomendasi HGU Komisi II DPR RI Harus Segera Dieksekusi

25 Mei 2026 - 23:08 WIB

SemutGatal Sumsel Siap Berkontribusi Nyata Untuk Masyarakat Kertapati

9 Mei 2026 - 15:45 WIB

Trending di Daerah