Menu

Mode Gelap
Sengketa Tanah di Ogan Komering Ilir: Mediasi Buntu, Akses Perusahaan Terancam Ditutup Aksi Damai di Kejati Sumsel, GRANSI dan Forum LSM Bersatu Minta Usut Dugaan Korupsi Proyek Pertanian Tahun Anggaran 2025 di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Sumsel Kuasa Hukum Junaidi Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Air Sugihan, Tegaskan Latar Belakang Sengketa Lahan Harus Diungkap Secara Utuh Ketua LSM KRAK Sumsel: “Jangan Main-Main dengan Hak Rakyat!” Rekomendasi HGU Komisi II DPR RI Harus Segera Dieksekusi PT Melania Kembali Jadi Sorotan, Diduga Lakukan Penggalian di Luar HGU LSM PERMAK Kritik Studi Tiru 15 Desa di Lempuing Jaya: Habiskan Anggaran di Tengah Defisit

Daerah

Penanganan Eceng Gondok di Terate–Belanti Tunggu Ponton

badge-check


					Penanganan Eceng Gondok di Terate–Belanti Tunggu Ponton Perbesar

SP Padang, Wartasumsel.co.id – Tumpukan eceng gondok yang menyerupai daratan di sekitar jembatan penghubung Terate–Belanti menjadi perhatian warga.

Kondisi tersebut dinilai mempersempit aliran sungai dan memperlambat arus air, sehingga menimbulkan kekhawatiran saat hujan turun.

Selain menyempitkan aliran sungai, eceng gondok yang tersangkut di sekitar tiang jembatan dikhawatirkan terus bertambah apabila tidak segera ditangani. Warga berharap ada langkah nyata dan berkelanjutan agar aliran sungai kembali lancar dan akses jembatan tetap aman.

Masyarakat menegaskan tidak bermaksud menyalahkan pihak mana pun, melainkan menginginkan solusi konkret agar potensi banjir dan gangguan transportasi dapat dicegah sejak dini.

Menanggapi keresahan tersebut, Camat SP Padang, Indra Husen, menyampaikan apresiasi kepada warga Desa Belanti dan desa sekitar yang telah bergotong royong membersihkan eceng gondok secara manual.

“Terima kasih kepada masyarakat yang sudah berjuang bergotong royong melakukan pembersihan. Gotong royong adalah warisan leluhur yang harus terus kita jaga,” ujar Indra Husen.

Ia menjelaskan pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten telah berupaya mencari solusi. Namun, pelaksanaan penanganan menggunakan alat berat memerlukan perhitungan matang karena mempertimbangkan risiko teknis di lapangan.

“Harus dilakukan survei lokasi, kedalaman sungai, serta derasnya arus air karena dapat berisiko terhadap alat berat, termasuk kemungkinan tenggelam,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini satu unit ekskavator telah disiapkan. Namun, pelaksanaan pembersihan masih menunggu kedatangan ponton yang bergerak dari arah Palembang menuju SP Padang.

“Ekskavator sudah siap, tinggal menunggu ponton. Kami juga sudah melakukan peninjauan kelayakan alat bersama pihak pelaksana,” katanya.

Ia berharap proses pembersihan eceng gondok dapat mulai dilaksanakan pada awal Ramadan.

Indra Husen juga mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan tidak terpancing situasi yang dapat menimbulkan kegaduhan.

“Mari kita tetap tenang. Semoga pelaksanaan pembersihan bisa segera berjalan dan sungai kembali lancar,” pungkasnya.

(Nov)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sengketa Tanah di Ogan Komering Ilir: Mediasi Buntu, Akses Perusahaan Terancam Ditutup

24 Juli 2026 - 09:48 WIB

Aksi Damai di Kejati Sumsel, GRANSI dan Forum LSM Bersatu Minta Usut Dugaan Korupsi Proyek Pertanian Tahun Anggaran 2025 di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Sumsel

14 Juli 2026 - 13:31 WIB

Kuasa Hukum Junaidi Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Air Sugihan, Tegaskan Latar Belakang Sengketa Lahan Harus Diungkap Secara Utuh

11 Juli 2026 - 21:16 WIB

LSM PERMAK Kritik Studi Tiru 15 Desa di Lempuing Jaya: Habiskan Anggaran di Tengah Defisit

16 Mei 2026 - 17:03 WIB

SemutGatal Sumsel Siap Berkontribusi Nyata Untuk Masyarakat Kertapati

9 Mei 2026 - 15:45 WIB

Trending di Daerah