Menu

Mode Gelap
Pupuk Subsidi Naik Jauh dari HET? Petani Pampangan Minta Sidak Dana Hibah KONI Palembang Disorot, GRANSI Minta Kejari Periksa Seluruh Pengurus dan Dispora Sengketa Tanah di Ogan Komering Ilir: Mediasi Buntu, Akses Perusahaan Terancam Ditutup Aksi Damai di Kejati Sumsel, GRANSI dan Forum LSM Bersatu Minta Usut Dugaan Korupsi Proyek Pertanian Tahun Anggaran 2025 di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Sumsel Kuasa Hukum Junaidi Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Air Sugihan, Tegaskan Latar Belakang Sengketa Lahan Harus Diungkap Secara Utuh Ketua LSM KRAK Sumsel: “Jangan Main-Main dengan Hak Rakyat!” Rekomendasi HGU Komisi II DPR RI Harus Segera Dieksekusi

Daerah

Ketua Caretaker GSNI Banyuasin Dukung Aksi Damai Cipayung Plus di DPRD Sumsel

badge-check


					Ketua Caretaker GSNI Banyuasin Dukung Aksi Damai Cipayung Plus di DPRD Sumsel Perbesar

Palembang, Wartasumsel.co.id – Ketua Cabang Caretaker Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Banyuasin, Pandi, menanggapi aksi damai yang digelar kawan-kawan senior dari Cipayung Plus Sumatera Selatan di depan kantor DPRD Sumsel, Senin (01/09/2025).

Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa menyuarakan empat poin tuntutan. Pertama, mendesak pemerintah agar tidak merealisasikan kenaikan gaji maupun tunjangan anggota DPR. Kedua, menuntut DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset. Ketiga, meminta adanya revisi terhadap Undang-Undang Pemilu. Keempat, mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kinerja DPR.

Pandi menilai aksi damai tersebut mencerminkan kegelisahan rakyat terhadap lembaga legislatif yang dinilai belum maksimal dalam menjalankan fungsi pengawasan maupun legislasi. “Kami dari GSNI Banyuasin mendukung penuh sikap kritis yang ditunjukkan kawan-kawan Cipayung Plus. Aksi damai ini adalah bentuk nyata mahasiswa tetap konsisten mengawal demokrasi dan berpihak pada kepentingan rakyat,” ujarnya.

Menurutnya, tuntutan yang disuarakan sudah mewakili keresahan masyarakat. Penolakan terhadap rencana kenaikan gaji DPR dinilai relevan di tengah kondisi ekonomi rakyat yang belum stabil. Sementara percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset penting untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi.

“DPR jangan hanya sibuk dengan urusan internal dan kepentingan politik. Mereka dipilih rakyat untuk bekerja, bukan memperkaya diri. Karena itu evaluasi kinerja menjadi hal mendesak agar kepercayaan publik tidak terus merosot,” tegas Pandi.

“DPR jangan hanya sibuk dengan urusan internal dan kepentingan politik. Mereka dipilih rakyat untuk bekerja, bukan memperkaya diri. Karena itu evaluasi kinerja menjadi hal mendesak agar kepercayaan publik tidak terus merosot,” tegas Pandi. (hst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pupuk Subsidi Naik Jauh dari HET? Petani Pampangan Minta Sidak

8 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Dana Hibah KONI Palembang Disorot, GRANSI Minta Kejari Periksa Seluruh Pengurus dan Dispora

5 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Sengketa Tanah di Ogan Komering Ilir: Mediasi Buntu, Akses Perusahaan Terancam Ditutup

24 Juli 2026 - 09:48 WIB

Aksi Damai di Kejati Sumsel, GRANSI dan Forum LSM Bersatu Minta Usut Dugaan Korupsi Proyek Pertanian Tahun Anggaran 2025 di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Sumsel

14 Juli 2026 - 13:31 WIB

Kuasa Hukum Junaidi Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Air Sugihan, Tegaskan Latar Belakang Sengketa Lahan Harus Diungkap Secara Utuh

11 Juli 2026 - 21:16 WIB

Trending di Daerah