Menu

Mode Gelap
Ketua LSM KRAK Sumsel: “Jangan Main-Main dengan Hak Rakyat!” Rekomendasi HGU Komisi II DPR RI Harus Segera Dieksekusi PT Melania Kembali Jadi Sorotan, Diduga Lakukan Penggalian di Luar HGU LSM PERMAK Kritik Studi Tiru 15 Desa di Lempuing Jaya: Habiskan Anggaran di Tengah Defisit SemutGatal Sumsel Siap Berkontribusi Nyata Untuk Masyarakat Kertapati Kapolres Musi Rawas Utara Update Penanganan Laka Muratara: Tim DVI Identifikasi Korban Terbakar Bus ALS dan Truk Tangki Nama Wartawan Wartasumsel Diduga Dicatut untuk Minta Uang ke Camat di OKI

Daerah

Pemkab OKI Dinilai Diskriminatif, UNISKI Desak Revisi Pansel Jabatan

badge-check


					Pemkab OKI Dinilai Diskriminatif, UNISKI Desak Revisi Pansel Jabatan Perbesar

Kayuagung, Wartasumsel.co.id –Rencana seleksi terbuka atau lelang jabatan untuk delapan posisi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tahun 2025 menuai kritik tajam dari kalangan mahasiswa.

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam OKI (UNISKI) menilai keputusan Pemkab OKI yang menunjuk tiga akademisi dari Universitas Sriwijaya (Unsri) sebagai anggota Panitia Seleksi (Pansel), telah mencederai semangat pemberdayaan sumber daya lokal.

Presiden Mahasiswa UNISKI, Rio Hakan Sukur, menyebut keputusan itu sebagai bentuk ketidakadilan. Menurutnya, banyak akademisi UNISKI yang layak dan memiliki kapabilitas untuk duduk dalam struktur pansel.

“Kami menilai pembentukan Pansel ini sangat tidak menghormati UNISKI. Kalau pertimbangannya soal kemampuan, kami punya banyak dekan bahkan rektor yang sangat mumpuni,” kata Rio kepada wartawan, Rabu (11/6/2025).

Lebih lanjut, Rio mengingatkan bahwa keberadaan UNISKI sendiri tak bisa dilepaskan dari sejarah dan peran tokoh daerah, yakni mantan Bupati OKI, H. Ishak Mekki, yang dikenal luas sebagai pendiri yayasan universitas tersebut.

“Bahkan masyarakat OKI sering menyebut UNISKI sebagai ‘Universitas Ishak Mekki’. Banyak alumni kami yang kini mengabdi sebagai ASN di Pemkab OKI. Ini bukti kualitas kami bukan main-main,” tambahnya.

Tuntut Revisi Pansel, Siap Gelar Aksi

Mahasiswa UNISKI juga menilai keputusan menunjuk akademisi dari luar daerah sebagai bentuk pengabaian terhadap potensi lokal.

“Kalau ini soal kedekatan, artinya kami sedang dianaktirikan. Kami menolak keputusan ini karena mencerminkan ketidakadilan terhadap akademisi lokal,” ujar Rio.

Atas dasar itu, BEM UNISKI mendesak Pemerintah Kabupaten OKI untuk merevisi komposisi pansel dan segera melibatkan unsur dari kalangan akademisi lokal.

“Jika suara kami tidak diindahkan, kami siap menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati OKI sebagai bentuk penolakan,” tegas Rio.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten OKI belum memberikan tanggapan resmi terkait tuntutan mahasiswa UNISKI tersebut. (Nelly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LSM PERMAK Kritik Studi Tiru 15 Desa di Lempuing Jaya: Habiskan Anggaran di Tengah Defisit

16 Mei 2026 - 17:03 WIB

SemutGatal Sumsel Siap Berkontribusi Nyata Untuk Masyarakat Kertapati

9 Mei 2026 - 15:45 WIB

Nama Wartawan Wartasumsel Diduga Dicatut untuk Minta Uang ke Camat di OKI

7 Mei 2026 - 11:25 WIB

Warga Desa Setiajaya Keluhkan Jalan Rusak Akibat Aktivitas Truk Alat Berat

3 Mei 2026 - 19:16 WIB

Icang Rahardian: Kolaborasi Kunci Masa Depan Pendidikan Indonesia

2 Mei 2026 - 15:47 WIB

Trending di Nasional