Aliyyah Pimpin Tim Unsri Raih 4 Penghargaan di National Business Plan Competition Nelayan Menjerit !, Dugaan  TRAWL Resahkan Kuala Sungai Pasir SPAK-OKI Bawa Dugaan Pungli Disdik ke Pemda, Kabid SD Disorot Dugaan Pengeroyokan di Lapas Kayuagung, Korban Masuk ICU, Tiga Warga Binaan Di-BAP Demo di Kantor Gubernur Sumsel, GRANSI ‘Gedor’ Disdik: Soroti Pungutan SMK Negeri 2 Palembang dan Desak Kadisdik Dievaluasi Dirgahayu Republik Indonesia Ke – 81, Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

Daerah

Ketua Caretaker GSNI Banyuasin Dukung Aksi Damai Cipayung Plus di DPRD Sumsel

badge-check


					Ketua Caretaker GSNI Banyuasin Dukung Aksi Damai Cipayung Plus di DPRD Sumsel Perbesar

Palembang, Wartasumsel.co.id – Ketua Cabang Caretaker Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI) Banyuasin, Pandi, menanggapi aksi damai yang digelar kawan-kawan senior dari Cipayung Plus Sumatera Selatan di depan kantor DPRD Sumsel, Senin (01/09/2025).

Dalam aksi tersebut, massa mahasiswa menyuarakan empat poin tuntutan. Pertama, mendesak pemerintah agar tidak merealisasikan kenaikan gaji maupun tunjangan anggota DPR. Kedua, menuntut DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset. Ketiga, meminta adanya revisi terhadap Undang-Undang Pemilu. Keempat, mendesak evaluasi menyeluruh terhadap kinerja DPR.

Pandi menilai aksi damai tersebut mencerminkan kegelisahan rakyat terhadap lembaga legislatif yang dinilai belum maksimal dalam menjalankan fungsi pengawasan maupun legislasi. “Kami dari GSNI Banyuasin mendukung penuh sikap kritis yang ditunjukkan kawan-kawan Cipayung Plus. Aksi damai ini adalah bentuk nyata mahasiswa tetap konsisten mengawal demokrasi dan berpihak pada kepentingan rakyat,” ujarnya.

Menurutnya, tuntutan yang disuarakan sudah mewakili keresahan masyarakat. Penolakan terhadap rencana kenaikan gaji DPR dinilai relevan di tengah kondisi ekonomi rakyat yang belum stabil. Sementara percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset penting untuk memperkuat upaya pemberantasan korupsi.

“DPR jangan hanya sibuk dengan urusan internal dan kepentingan politik. Mereka dipilih rakyat untuk bekerja, bukan memperkaya diri. Karena itu evaluasi kinerja menjadi hal mendesak agar kepercayaan publik tidak terus merosot,” tegas Pandi.

“DPR jangan hanya sibuk dengan urusan internal dan kepentingan politik. Mereka dipilih rakyat untuk bekerja, bukan memperkaya diri. Karena itu evaluasi kinerja menjadi hal mendesak agar kepercayaan publik tidak terus merosot,” tegas Pandi. (hst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aliyyah Pimpin Tim Unsri Raih 4 Penghargaan di National Business Plan Competition

2 Oktober 2026 - 01:33 WIB

Nelayan Menjerit !, Dugaan  TRAWL Resahkan Kuala Sungai Pasir

30 September 2026 - 20:28 WIB

SPAK-OKI Bawa Dugaan Pungli Disdik ke Pemda, Kabid SD Disorot

30 September 2026 - 18:16 WIB

Dugaan Pengeroyokan di Lapas Kayuagung, Korban Masuk ICU, Tiga Warga Binaan Di-BAP

22 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Demo di Kantor Gubernur Sumsel, GRANSI ‘Gedor’ Disdik: Soroti Pungutan SMK Negeri 2 Palembang dan Desak Kadisdik Dievaluasi

13 Agustus 2026 - 00:36 WIB

Trending di Daerah