Menu

Mode Gelap
Ketua LSM KRAK Sumsel: “Jangan Main-Main dengan Hak Rakyat!” Rekomendasi HGU Komisi II DPR RI Harus Segera Dieksekusi PT Melania Kembali Jadi Sorotan, Diduga Lakukan Penggalian di Luar HGU LSM PERMAK Kritik Studi Tiru 15 Desa di Lempuing Jaya: Habiskan Anggaran di Tengah Defisit SemutGatal Sumsel Siap Berkontribusi Nyata Untuk Masyarakat Kertapati Kapolres Musi Rawas Utara Update Penanganan Laka Muratara: Tim DVI Identifikasi Korban Terbakar Bus ALS dan Truk Tangki Nama Wartawan Wartasumsel Diduga Dicatut untuk Minta Uang ke Camat di OKI

Nasional

Icang Rahardian: Jangan Biarkan Mitra MBG Main-Main dengan Gizi Anak

badge-check


					Icang Rahardian: Jangan Biarkan Mitra MBG Main-Main dengan Gizi Anak Perbesar

JAKARTA, Wartasumsel.co.id – Ketua Umum Ikatan Wartawan Online Indonesia, NR Icang Rahardian, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut mengawasi kinerja para mitra dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut Icang, partisipasi publik sangat penting agar program nasional tersebut berjalan maksimal, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Icang di Kantor DPP IWO Indonesia, Jalan Ahmad Yani No. 12, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Ia menyoroti ketegasan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menerapkan prinsip “No Service, No Pay” bagi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Melalui kebijakan tersebut, insentif operasional sebesar Rp6 juta per hari dapat langsung dihentikan apabila mitra gagal memenuhi standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.

“Kami mendukung penuh langkah Badan Gizi Nasional. Dengan prinsip no service no pay, tidak ada ruang bagi kelalaian. Jika kualitas pelayanan buruk, maka tidak ada bayaran bagi mitra tersebut,” kata Icang.

BGN menetapkan sejumlah standar ketat untuk menjamin kualitas layanan, keamanan pangan, serta kebersihan lingkungan di setiap SPPG.

Insentif operasional akan dihentikan apabila fasilitas SPPG tidak siap beroperasi, gagal memenuhi standar kualitas, atau belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari Kementerian Kesehatan.

Beberapa indikator pelanggaran yang dianggap fatal antara lain ditemukannya bakteri E.Coli pada filter air, tersumbatnya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga kerusakan chiller penyimpanan daging.

Dalam kebijakan tersebut, seluruh risiko operasional juga menjadi tanggung jawab penuh mitra SPPG sebagai bentuk akuntabilitas profesional.

Icang menilai kebijakan ini merupakan bentuk transformasi nyata dalam tata kelola pelayanan publik di Indonesia.

Menurut dia, tujuan utama program MBG bukan hanya membagikan makanan, tetapi juga membangun sistem yang mampu menjamin keamanan pangan bagi generasi penerus bangsa.

IWO Indonesia, lanjut Icang, akan terus mengawal pelaksanaan program tersebut melalui fungsi kontrol sosial media agar anggaran negara yang digelontorkan benar-benar memberi manfaat nyata bagi peningkatan gizi masyarakat.

(Nelly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua LSM KRAK Sumsel: “Jangan Main-Main dengan Hak Rakyat!” Rekomendasi HGU Komisi II DPR RI Harus Segera Dieksekusi

25 Mei 2026 - 23:08 WIB

Icang Rahardian: Kolaborasi Kunci Masa Depan Pendidikan Indonesia

2 Mei 2026 - 15:47 WIB

Konflik Lahan di OKI Memanas, Petani Kirim Surat Resmi ke Prabowo

7 April 2026 - 13:03 WIB

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026, Mohon Maaf Lahir dan Bathin

14 Maret 2026 - 08:31 WIB

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026, Mohon Maaf Lahir dan Bathin

14 Maret 2026 - 08:12 WIB

Trending di Nasional