Menu

Mode Gelap
PT Melania Kembali Jadi Sorotan, Diduga Lakukan Penggalian di Luar HGU LSM PERMAK Kritik Studi Tiru 15 Desa di Lempuing Jaya: Habiskan Anggaran di Tengah Defisit SemutGatal Sumsel Siap Berkontribusi Nyata Untuk Masyarakat Kertapati Kapolres Musi Rawas Utara Update Penanganan Laka Muratara: Tim DVI Identifikasi Korban Terbakar Bus ALS dan Truk Tangki Nama Wartawan Wartasumsel Diduga Dicatut untuk Minta Uang ke Camat di OKI Warga Desa Setiajaya Keluhkan Jalan Rusak Akibat Aktivitas Truk Alat Berat

Daerah

OKI Krisis Keuangan, Pejabat Malah Hadiri Festival di TMII

badge-check


					OKI Krisis Keuangan, Pejabat Malah Hadiri Festival di TMII Perbesar

JAKARTA, Wartasumsel.co.id — Di tengah kondisi keuangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang sedang mengalami defisit parah dan masih menanggung utang miliaran rupiah, sejumlah oknum pejabat OKI justru kedapatan menghadiri Festival Seni Tari Sumatera Selatan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Kehadiran para pejabat tersebut di acara seremonial bernuansa hiburan itu memicu kritik tajam dari publik, yang menilai langkah tersebut tidak mencerminkan kepekaan terhadap situasi krisis keuangan yang sedang dihadapi daerah.

“Kata oknum pejabat OKI tidak peduli, mereka malah asyik berfoto dan bersenang-senang di Jakarta. Padahal OKI lagi defisit. Banyak utang belum dibayar,” ujar Al (38), warga Kayuagung, dengan nada kecewa.

Menurut laporan keuangan daerah hingga pertengahan 2025, OKI mencatat defisit anggaran yang cukup besar. Dampaknya mulai terasa: dari kegiatan pembangunan desa yang mandek, belanja rutin yang tersendat, hingga keterlambatan pembayaran gaji honorer.

Lebih lanjut, publik mulai mempertanyakan sumber pendanaan perjalanan dinas para pejabat tersebut. Jika menggunakan dana operasional dari APBD, maka tindakan tersebut dianggap tidak etis dan mencederai rasa keadilan masyarakat yang sedang menanggung beban pelayanan publik yang terganggu.

“Ini bukan soal mendukung budaya atau tidak, tapi soal empati dan tanggung jawab moral. Seharusnya mereka fokus menyelesaikan utang dan memperbaiki kondisi keuangan daerah, bukan pamer-pamer di Jakarta,” kritik salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Persatuan Masyarakat Anti Korupsi (PERMAK), Hernis, juga melontarkan kecaman keras. Ia menilai kehadiran oknum pejabat dalam acara tersebut, disertai dengan potret senyum bahagia di tengah krisis keuangan, mencerminkan minimnya keprihatinan.

“Foto-foto itu menunjukkan bahwa mereka tidak terlalu khawatir dengan defisit anggaran yang tengah dihadapi. Sekiranya Bupati OKI segera memberikan klarifikasi ke masyarakat, agar jelas apakah kehadiran mereka atas nama solidaritas budaya atau hanya gaya hidup,” tegas Hernis.

Ia juga mendesak Pemkab OKI untuk menjelaskan secara terbuka apakah dana perjalanan tersebut berasal dari kas daerah atau dana pribadi masing-masing pejabat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten OKI terkait keberangkatan dan pendanaan kegiatan sejumlah pejabatnya ke Jakarta.(Nelly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LSM PERMAK Kritik Studi Tiru 15 Desa di Lempuing Jaya: Habiskan Anggaran di Tengah Defisit

16 Mei 2026 - 17:03 WIB

SemutGatal Sumsel Siap Berkontribusi Nyata Untuk Masyarakat Kertapati

9 Mei 2026 - 15:45 WIB

Nama Wartawan Wartasumsel Diduga Dicatut untuk Minta Uang ke Camat di OKI

7 Mei 2026 - 11:25 WIB

Warga Desa Setiajaya Keluhkan Jalan Rusak Akibat Aktivitas Truk Alat Berat

3 Mei 2026 - 19:16 WIB

Diskominfo OKI Sosialisasikan PP Tunas, Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

28 April 2026 - 17:16 WIB

Trending di Daerah