Menu

Mode Gelap
Dua BUMN, Dua Masalah Serius: GRANSI Desak Kejaksaan Usut Peran Daconi Kotop Dana Desa Lingkis Dialokasikan untuk Pembangunan dan Ketahanan Pangan Proyek Jembatan Besi Ulak Jermun Rp5,9 Miliar Disorot: Transparansi Dipertanyakan, Mutu Konstruksi Diragukan GRANSI Ungkap Dugaan Korupsi Sistemik Proyek APBD Banyuasin 2024, Sembilan Paket Miliaran Dilaporkan ke Kejati Sumsel 24 Tenaga Ahli Banyuasin dan Bayang-Bayang Balas Jasa Politik Jalan Rusak Dibiarkan, PT Melania/Samrock Diduga Ingkari Kesepakatan DPRD dan Abaikan Hak Warga

Daerah

Anggota DPRD OKI Desak Pemerintah Buka Exit Tol Jejawi yang Terbengkalai

badge-check


					Anggota DPRD OKI Desak Pemerintah Buka Exit Tol Jejawi yang Terbengkalai Perbesar

Kayuagung, Wartasumsel.co.id — Anggota DPRD OKI, Kenedi alias Tigor, mendesak pemerintah agar segera membuka exit Tol Jejawi yang hingga kini masih terbengkalai. Ia menegaskan bahwa janji tanpa realisasi hanya akan semakin mengecewakan masyarakat.

“Kami meminta pemerintah segera bertindak. Jangan biarkan pintu tol ini terus mangkrak sementara warga sangat membutuhkannya,” tegas Kenedi, Jumat (14/2).

Menurutnya, keberadaan exit Tol Jejawi sangat vital bagi warga Kecamatan Jejawi, Sirah Pulau Padang, Pampangan, Pangkalan Lampam, dan Tulung Selapan. Jika tol ini dioperasikan, masyarakat dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan menuju Palembang dan Lampung tanpa harus memutar ke jalur lain.

Kenedi juga menepis isu bahwa keterlambatan pembukaan exit Tol Jejawi disebabkan oleh masalah ganti rugi lahan.

“Setahu kami, masalah ganti rugi sudah selesai. Tidak ada alasan lagi untuk menunda. Soal teknis, itu tanggung jawab Waskita,” ujarnya.

Harapan Masyarakat pada Bupati Terpilih

Di tengah ketidakpastian ini, masyarakat menaruh harapan besar pada bupati terpilih, Muchendi Mahzareki. Mereka berharap pemimpin baru tidak hanya memberikan janji politik, tetapi benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat.

Tokoh masyarakat Jejawi, Madelan, menegaskan bahwa akses tol ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat mobilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi warga.

“Kami berharap bupati terpilih tidak hanya sekadar berjanji, tetapi juga bertindak nyata. Tol Jejawi ini sudah lama kami nantikan. Jangan biarkan warga terus menunggu tanpa kepastian,” katanya.

Senada dengan itu, Kenedi juga meminta pemimpin daerah yang baru agar lebih responsif terhadap aspirasi rakyat.

“Pemerintah harus mendengar suara masyarakat. Exit Tol Jejawi ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi kebutuhan mendesak. Kami berharap bupati terpilih bisa memperjuangkan pembukaannya agar segera difungsikan,” tegasnya.

Polres OKI Diharapkan Ikut Bersuara

Selain mendesak pemerintah daerah, masyarakat juga berharap Polres OKI dapat turut menyuarakan aspirasi mereka. Menurut warga, kepolisian bisa membantu mengawal kebijakan ini agar tidak berlarut-larut.

Salah satu warga, Hasan (45), menilai peran Polres OKI penting dalam memastikan persoalan ini tidak diabaikan.

“Kami ingin Polres OKI ikut membantu menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah. Jika exit tol segera dibuka, tentu akan membantu kelancaran arus lalu lintas dan meningkatkan keamanan di sekitar Jejawi,” ungkapnya.

Hasan juga berharap kepolisian ikut mengawasi perkembangan kasus ini.

“Tol yang terbengkalai bisa memicu masalah lain, termasuk meningkatnya potensi kriminalitas di area yang belum difungsikan. Kami butuh solusi nyata,” ujarnya.

Janji atau Bukti?

Penutupan exit Tol Jejawi telah menjadi isu lama yang tak kunjung terselesaikan. Padahal, jika dioperasikan, akses tol ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Kini, harapan tertuju pada kepemimpinan yang baru.

Akankah bupati terpilih mampu menjawab keresahan masyarakat dan menjadikan pembukaan exit Tol Jejawi sebagai prioritas? Ataukah janji-janji kampanye hanya akan menjadi angin lalu?

Masyarakat tidak butuh janji manis. Mereka menunggu bukti nyata! (Nelly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua BUMN, Dua Masalah Serius: GRANSI Desak Kejaksaan Usut Peran Daconi Kotop

4 Januari 2026 - 01:53 WIB

Dana Desa Lingkis Dialokasikan untuk Pembangunan dan Ketahanan Pangan

1 Januari 2026 - 19:27 WIB

Proyek Jembatan Besi Ulak Jermun Rp5,9 Miliar Disorot: Transparansi Dipertanyakan, Mutu Konstruksi Diragukan

1 Januari 2026 - 19:16 WIB

GRANSI Ungkap Dugaan Korupsi Sistemik Proyek APBD Banyuasin 2024, Sembilan Paket Miliaran Dilaporkan ke Kejati Sumsel

17 Desember 2025 - 10:49 WIB

24 Tenaga Ahli Banyuasin dan Bayang-Bayang Balas Jasa Politik

17 Desember 2025 - 01:18 WIB