Menu

Mode Gelap
Ironis! Gedung Baru SDN 08 Talang Kelapa Sudah Bocor, Aktivitas Belajar Terganggu Icang Rahardian: Jangan Biarkan Mitra MBG Main-Main dengan Gizi Anak Konflik Lahan di OKI Memanas, Petani Kirim Surat Resmi ke Prabowo Membara lagi kebakaran Illegal Refinery di Pal-2, Kecamatan Babat Toman Paripurna LKPJ 2025, DPRD OKI Ingatkan Program Jangan Sekadar Serapan Anggaran “Kasus Kepsek Aniaya Aktivis Memanas: Bupati Banyuasin, Kadisdik dan Polsek Mariana Didesak Bertanggung Jawab”

Daerah

Diduga Oknum Polsek Tanjung Lubuk OKI Halangi Tugas Wartawan, Berpotensi Langgar UU Pers

badge-check


					Diduga Oknum Polsek Tanjung Lubuk OKI Halangi Tugas Wartawan, Berpotensi Langgar UU Pers Perbesar

Tanjung Lubuk, Wartasunsel.co.id — Terjadi insiden antara beberapa wartawan dengan oknum anggota Polsek Tanjung Lubuk, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.

Insiden ini bermula ketika sejumlah awak media mencoba mengonfirmasi kasus dugaan pencurian uang yang dituduhkan kepada seorang tersangka berinisial BY (53), warga Desa Jambu Ilir. Konfirmasi tersebut dilakukan berdasarkan surat undangan klarifikasi No. B/01/II/25/Reskrim yang dikeluarkan oleh Polsek Tanjung Lubuk.

Sekitar pukul 11.00 WIB, awak media melaporkan kedatangan mereka kepada anggota yang sedang bertugas di pos piket. Setelah menyampaikan maksud dan tujuan untuk melakukan konfirmasi, mereka diminta menunggu dengan alasan bahwa Kanit Reskrim masih menerima tamu.

Tak lama kemudian, Kapolsek Tanjung Lubuk, Iptu Yogie Melta, S.Sos., memberikan penjelasan bahwa wartawan harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari Kapolres OKI sebelum bisa melakukan konfirmasi /Jumpa pers.

Saat awak media berusaha mewawancarai terlapor di depan kantor Polsek Tanjung Lubuk, seorang oknum anggota Polsek tiba-tiba memanggil dan mendesak terlapor untuk masuk ke dalam kantor, seolah-olah ingin menghalangi wawancara. Ketika terlapor tetap berbicara kepada media, oknum tersebut bersikap arogan dan mengeluarkan pernyataan bernada ancaman:

“Kamu awas, tidak akan kami tolong lagi. Masuk dulu ke dalam, kamu dipanggil Kanit,” ucapnya sambil menunjuk-nunjuk terlapor dengan nada emosi.

Tindakan oknum tersebut dinilai mencoreng institusi kepolisian, khususnya Polres OKI, karena diduga menghalangi tugas wartawan dalam mencari informasi yang seharusnya dapat diakses publik.

Potensi Pelanggaran Undang-Undang

Tindakan ini berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, terutama pada ketentuan berikut:

1. Pasal 4 ayat (2) dan (3) – yang menjamin kemerdekaan pers dan melindungi wartawan dari tindakan yang menghambat atau menghalangi dalam memperoleh informasi.

2. Pasal 18 ayat (1) – yang menyatakan bahwa setiap orang yang secara sengaja menghambat atau menghalangi kerja jurnalistik dapat dikenai sanksi pidana dengan hukuman penjara maksimal 2 tahun atau denda hingga Rp500 juta.

LSM LIBRA: Kapolres Harus Bertindak!

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LIBRA, Siti Asyah, menyayangkan insiden ini. Menurutnya, Kapolres OKI harus segera memanggil oknum anggota Polsek Tanjung Lubuk yang diduga menghalangi kerja wartawan guna mengklarifikasi pernyataan dan tindakannya.

“Hal ini sangat mencoreng institusi kepolisian. Polisi seharusnya mengayomi masyarakat, bukan bersikap arogan,” ujarnya dengan nada kecewa.

Siti juga menegaskan bahwa wartawan memiliki tugas untuk mencari dan mengungkap fakta serta dilindungi oleh undang-undang. Oleh karena itu, tindakan menghalang-halangi tugas jurnalistik merupakan pelanggaran serius.

“Hal ini jangan sampai berlarut-larut. Ini sangat fatal! Wartawan memiliki tugas untuk mencari data dan fakta, dan tidak boleh dihalang-halangi. Mereka bekerja sesuai dengan perlindungan hukum yang jelas,” pungkasnya.

(Nelly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ironis! Gedung Baru SDN 08 Talang Kelapa Sudah Bocor, Aktivitas Belajar Terganggu

7 April 2026 - 18:40 WIB

Membara lagi kebakaran Illegal Refinery di Pal-2, Kecamatan Babat Toman

4 April 2026 - 07:16 WIB

Paripurna LKPJ 2025, DPRD OKI Ingatkan Program Jangan Sekadar Serapan Anggaran

31 Maret 2026 - 09:57 WIB

“Kasus Kepsek Aniaya Aktivis Memanas: Bupati Banyuasin, Kadisdik dan Polsek Mariana Didesak Bertanggung Jawab”

15 Maret 2026 - 01:45 WIB

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026, Mohon Maaf Lahir dan Bathin

14 Maret 2026 - 08:10 WIB