Menu

Mode Gelap
Aksi Damai di Kejati Sumsel, GRANSI dan Forum LSM Bersatu Minta Usut Dugaan Korupsi Proyek Pertanian Tahun Anggaran 2025 di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Sumsel Kuasa Hukum Junaidi Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Air Sugihan, Tegaskan Latar Belakang Sengketa Lahan Harus Diungkap Secara Utuh Ketua LSM KRAK Sumsel: “Jangan Main-Main dengan Hak Rakyat!” Rekomendasi HGU Komisi II DPR RI Harus Segera Dieksekusi PT Melania Kembali Jadi Sorotan, Diduga Lakukan Penggalian di Luar HGU LSM PERMAK Kritik Studi Tiru 15 Desa di Lempuing Jaya: Habiskan Anggaran di Tengah Defisit SemutGatal Sumsel Siap Berkontribusi Nyata Untuk Masyarakat Kertapati

Daerah

GPP Sumsel Desak Kejati Bongkar Dugaan Korupsi Proyek Alat Peraga SMK Rp 49,9 Miliar

badge-check


					GPP Sumsel Desak Kejati Bongkar Dugaan Korupsi Proyek Alat Peraga SMK Rp 49,9 Miliar Perbesar

Wartasumsel.co.id,Palembang, – Puluhan masa dari lembaga Gabungan Pemuda Peduli Sumsel menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Tingg Sumatera selatan, mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan alat peraga praktik sekolah SMK tahun anggaran 2024.

Proyek fantastis dengan pagu anggaran mencapai Rp 49.940.000.000,00 (empat puluh sembilan miliar sembilan ratus empat puluh juta rupiah) yang bersumber dari APBD tersebut, dinilai janggal dan berpotensi merugikan keuangan daerah.

Dalam orasinya, Ketua Umum Gpp-Sumsel, M Kholik menuntut transparansi penuh dalam proses tender dan pelaksanaan proyek pengadaan alat peraga praktik SMK. Mereka menduga adanya mark-up harga dan spesifikasi alat yang tidak sesuai dengan kontrak.

Kami menyoroti beberapa indikasi kecurangan pada penyedia barang dan jasa serta dugaan keterlibatan oknum pejabat dinas pendidikan Sumatera selatan. “Kami sudah kantongi beberapa data awal, proyek ini sangat rentan jadi ‘lumbung korupsi’,” tegas M Kholik.

menurut Obie selaku Kordinator Aksi, menjelaskan Proyek ini vital untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kejuruan. Jika terjadi korupsi, imbasnya langsung terasa pada mutu pembelajaran siswa SMK yang tidak mendapatkan alat praktik yang layak dan berkualitas.

Lanjut Obie,mengecam keras akan menggelar aksi yang lebih besar jika dalam waktu 7X24 jam dalam aksinya tidak ada tanda-tanda serius dari APH untuk memulai proses penyidikan terhadap kasus ini.

Selain berorasi, M Kholik dan Obie juga menyerahkan dokumen berisi data awal dan temuan-temuan mereka kepada pihak APH sebagai bahan penyelidikan. Mereka mendesak agar laporan ini ditindaklanjuti secara serius dan profesional.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Aksi Damai di Kejati Sumsel, GRANSI dan Forum LSM Bersatu Minta Usut Dugaan Korupsi Proyek Pertanian Tahun Anggaran 2025 di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Sumsel

14 Juli 2026 - 13:31 WIB

Kuasa Hukum Junaidi Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Air Sugihan, Tegaskan Latar Belakang Sengketa Lahan Harus Diungkap Secara Utuh

11 Juli 2026 - 21:16 WIB

LSM PERMAK Kritik Studi Tiru 15 Desa di Lempuing Jaya: Habiskan Anggaran di Tengah Defisit

16 Mei 2026 - 17:03 WIB

SemutGatal Sumsel Siap Berkontribusi Nyata Untuk Masyarakat Kertapati

9 Mei 2026 - 15:45 WIB

Warga Desa Setiajaya Keluhkan Jalan Rusak Akibat Aktivitas Truk Alat Berat

3 Mei 2026 - 19:16 WIB

Trending di Daerah