Menu

Mode Gelap
Ketua LSM KRAK Sumsel: “Jangan Main-Main dengan Hak Rakyat!” Rekomendasi HGU Komisi II DPR RI Harus Segera Dieksekusi PT Melania Kembali Jadi Sorotan, Diduga Lakukan Penggalian di Luar HGU LSM PERMAK Kritik Studi Tiru 15 Desa di Lempuing Jaya: Habiskan Anggaran di Tengah Defisit SemutGatal Sumsel Siap Berkontribusi Nyata Untuk Masyarakat Kertapati Kapolres Musi Rawas Utara Update Penanganan Laka Muratara: Tim DVI Identifikasi Korban Terbakar Bus ALS dan Truk Tangki Nama Wartawan Wartasumsel Diduga Dicatut untuk Minta Uang ke Camat di OKI

Daerah

GPP Sumsel Desak Kejati Bongkar Dugaan Korupsi Proyek Alat Peraga SMK Rp 49,9 Miliar

badge-check


					GPP Sumsel Desak Kejati Bongkar Dugaan Korupsi Proyek Alat Peraga SMK Rp 49,9 Miliar Perbesar

Wartasumsel.co.id,Palembang, – Puluhan masa dari lembaga Gabungan Pemuda Peduli Sumsel menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Tingg Sumatera selatan, mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk segera mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan alat peraga praktik sekolah SMK tahun anggaran 2024.

Proyek fantastis dengan pagu anggaran mencapai Rp 49.940.000.000,00 (empat puluh sembilan miliar sembilan ratus empat puluh juta rupiah) yang bersumber dari APBD tersebut, dinilai janggal dan berpotensi merugikan keuangan daerah.

Dalam orasinya, Ketua Umum Gpp-Sumsel, M Kholik menuntut transparansi penuh dalam proses tender dan pelaksanaan proyek pengadaan alat peraga praktik SMK. Mereka menduga adanya mark-up harga dan spesifikasi alat yang tidak sesuai dengan kontrak.

Kami menyoroti beberapa indikasi kecurangan pada penyedia barang dan jasa serta dugaan keterlibatan oknum pejabat dinas pendidikan Sumatera selatan. “Kami sudah kantongi beberapa data awal, proyek ini sangat rentan jadi ‘lumbung korupsi’,” tegas M Kholik.

menurut Obie selaku Kordinator Aksi, menjelaskan Proyek ini vital untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah kejuruan. Jika terjadi korupsi, imbasnya langsung terasa pada mutu pembelajaran siswa SMK yang tidak mendapatkan alat praktik yang layak dan berkualitas.

Lanjut Obie,mengecam keras akan menggelar aksi yang lebih besar jika dalam waktu 7X24 jam dalam aksinya tidak ada tanda-tanda serius dari APH untuk memulai proses penyidikan terhadap kasus ini.

Selain berorasi, M Kholik dan Obie juga menyerahkan dokumen berisi data awal dan temuan-temuan mereka kepada pihak APH sebagai bahan penyelidikan. Mereka mendesak agar laporan ini ditindaklanjuti secara serius dan profesional.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LSM PERMAK Kritik Studi Tiru 15 Desa di Lempuing Jaya: Habiskan Anggaran di Tengah Defisit

16 Mei 2026 - 17:03 WIB

SemutGatal Sumsel Siap Berkontribusi Nyata Untuk Masyarakat Kertapati

9 Mei 2026 - 15:45 WIB

Warga Desa Setiajaya Keluhkan Jalan Rusak Akibat Aktivitas Truk Alat Berat

3 Mei 2026 - 19:16 WIB

Diskominfo OKI Sosialisasikan PP Tunas, Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

28 April 2026 - 17:16 WIB

Ironis! Gedung Baru SDN 08 Talang Kelapa Sudah Bocor, Aktivitas Belajar Terganggu

7 April 2026 - 18:40 WIB

Trending di Banyuasin