Menu

Mode Gelap
Pupuk Subsidi Naik Jauh dari HET? Petani Pampangan Minta Sidak Dana Hibah KONI Palembang Disorot, GRANSI Minta Kejari Periksa Seluruh Pengurus dan Dispora Sengketa Tanah di Ogan Komering Ilir: Mediasi Buntu, Akses Perusahaan Terancam Ditutup Aksi Damai di Kejati Sumsel, GRANSI dan Forum LSM Bersatu Minta Usut Dugaan Korupsi Proyek Pertanian Tahun Anggaran 2025 di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Sumsel Kuasa Hukum Junaidi Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Air Sugihan, Tegaskan Latar Belakang Sengketa Lahan Harus Diungkap Secara Utuh Ketua LSM KRAK Sumsel: “Jangan Main-Main dengan Hak Rakyat!” Rekomendasi HGU Komisi II DPR RI Harus Segera Dieksekusi

Daerah

Kegiatan 17 Agustus Diduga Jadi Alasan Pungli, Eks Camat Tanjung Lubuk Disorot

badge-check


					Kegiatan 17 Agustus Diduga Jadi Alasan Pungli, Eks Camat Tanjung Lubuk Disorot Perbesar

TANJUNG LUBUK, Wartasumsel.co.id– Dikutip dari Jelajahindo.com – Salah satu mantan Camat di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, diduga memerintahkan pungutan terhadap kepala desa setelah pencairan Dana Desa (DD).

Menurut informasi dari salah satu sumber terpercaya yang meminta identitasnya dirahasiakan, setiap kepala desa di Kecamatan Tanjung Lubuk diminta menyerahkan uang sebesar Rp 1 juta dengan dalih untuk mendukung kegiatan perayaan HUT RI 17 Agustus. Permintaan itu dilakukan setelah pencairan Dana Desa.

Sumber tersebut menyebutkan bahwa pungutan dilakukan oleh dua tenaga honorer di Kantor Camat, yakni Yayan selaku operator kecamatan atau pengelola aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes), serta Wiwit. Keduanya diduga bertindak atas perintah langsung Camat saat itu, Fikril Hakim, ST, yang kini telah menjabat sebagai Kepala Bidang Pemadam Kebakaran di Satpol PP dan Damkar OKI.

“Pungutan itu ditarik setelah pencairan DD. Sudah ada sekitar 13 desa yang dimintai uang,” ungkap sumber.

Menanggapi isu ini, Camat Tanjung Lubuk yang baru dilantik, Konarianto, S.STP., M.Si, saat hendak dikonfirmasi tidak berada di kantor. Sekretaris Camat (Sekcam), Heri Susanto, S.Sos, menyampaikan bahwa Camat sedang menjalankan tugas di Kayuagung.

Saat dimintai keterangan terkait dugaan pungutan dana tersebut, Sekcam Heri Susanto mengaku belum mengetahui adanya permintaan uang kepada kepala desa. “Masalah kegiatan 17 Agustus saja kami belum pernah rapat, baik dengan camat lama maupun camat yang baru. Untuk soal sumbangan dari desa-desa saya no comment,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa hingga kini pihak kecamatan belum membicarakan secara resmi mengenai teknis pelaksanaan perayaan 17 Agustus. Di Kecamatan Tanjung Lubuk sendiri terdapat 21 desa dan satu kelurahan.

Sementara itu, mantan Camat Tanjung Lubuk, Fikril Hakim, ST, yang kini menjabat sebagai Kabid Pemadam Kebakaran di Dinas Satpol PP OKI, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp di nomor 0812-xxxx-xx71, ia menjelaskan

“Hal tesebut tidak benar, sebelum saya mutasi dan masih menjabat camat tanjung lubuk belum mengadakan rapat persiapan dan pembentukan panitia HUT RI ke 80 th 2025.jawabnya singkat.
(Nov)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pupuk Subsidi Naik Jauh dari HET? Petani Pampangan Minta Sidak

8 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Dana Hibah KONI Palembang Disorot, GRANSI Minta Kejari Periksa Seluruh Pengurus dan Dispora

5 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Sengketa Tanah di Ogan Komering Ilir: Mediasi Buntu, Akses Perusahaan Terancam Ditutup

24 Juli 2026 - 09:48 WIB

Aksi Damai di Kejati Sumsel, GRANSI dan Forum LSM Bersatu Minta Usut Dugaan Korupsi Proyek Pertanian Tahun Anggaran 2025 di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Sumsel

14 Juli 2026 - 13:31 WIB

Kuasa Hukum Junaidi Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Air Sugihan, Tegaskan Latar Belakang Sengketa Lahan Harus Diungkap Secara Utuh

11 Juli 2026 - 21:16 WIB

Trending di Daerah