Menu

Mode Gelap
Ketua LSM KRAK Sumsel: “Jangan Main-Main dengan Hak Rakyat!” Rekomendasi HGU Komisi II DPR RI Harus Segera Dieksekusi PT Melania Kembali Jadi Sorotan, Diduga Lakukan Penggalian di Luar HGU LSM PERMAK Kritik Studi Tiru 15 Desa di Lempuing Jaya: Habiskan Anggaran di Tengah Defisit SemutGatal Sumsel Siap Berkontribusi Nyata Untuk Masyarakat Kertapati Kapolres Musi Rawas Utara Update Penanganan Laka Muratara: Tim DVI Identifikasi Korban Terbakar Bus ALS dan Truk Tangki Nama Wartawan Wartasumsel Diduga Dicatut untuk Minta Uang ke Camat di OKI

Daerah

Pasien BPJS-KIS Keluhkan Pelayanan RSUD Kayuagung, Pulang Tanpa Perawatan

badge-check


					Kondisi pasien (ET) 46 tahun peserta BPJS-KIS saat di IGD RSUD Kayuagung Perbesar

Kondisi pasien (ET) 46 tahun peserta BPJS-KIS saat di IGD RSUD Kayuagung

Kayuagung, Seorang pasien (ET) 46 tahun peserta BPJS-KIS mengaku kecewa terhadap pelayanan di RSUD Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Pasien tersebut akhirnya pulang tanpa mendapat perawatan karena pihak rumah sakit menyatakan penyakit yang diderita tidak termasuk dalam kategori yang ditanggung BPJS.

Peristiwa itu terjadi pada 22 Agustus 2025. Menurut keluarga, pihak medis enggan memberikan obat tanpa persetujuan keluarga pasien. Salah seorang dokter yang bertugas bahkan menegaskan hasil pemeriksaan darah tidak menunjukkan gejala demam berdarah dengue (DBD), sehingga pasien dianggap sebagai pasien umum.

“Buk, kami belum bisa beri obat. Kami harus minta persetujuan keluarga dulu, karena hasil pemeriksaan darah tidak menunjukkan DBD. Kalau begitu, pasien masuk kategori umum alias bayar,” ujar salah satu dokter kepada keluarga pasien.

Kakak pasien menyayangkan sikap tersebut. Ia menilai semestinya pasien diberikan pertolongan pertama terlebih dahulu, bukan ditolak atau dibiarkan pulang tanpa perawatan.

“Adik saya punya kartu BPJS-KIS dari pemerintah, itu yang kami andalkan untuk berobat. Tapi dokter bilang tetap bayar kalau bukan DBD. Karena kami tidak punya biaya, akhirnya kami minta pulang. Sampai sekarang adik saya masih terbaring lemas di rumah,” ungkapnya pada media ini, Jumat (29/8/2025)

Ia menambahkan, pelayanan BPJS di RSUD Kayuagung kini dirasakan berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Dulu pasien langsung ditolong dulu, baru administrasi menyusul. Sekarang justru dipersulit. Kami bingung, ada apa dengan rumah sakit ini,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Kayuagung belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian ini. (Fry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua LSM KRAK Sumsel: “Jangan Main-Main dengan Hak Rakyat!” Rekomendasi HGU Komisi II DPR RI Harus Segera Dieksekusi

25 Mei 2026 - 23:08 WIB

LSM PERMAK Kritik Studi Tiru 15 Desa di Lempuing Jaya: Habiskan Anggaran di Tengah Defisit

16 Mei 2026 - 17:03 WIB

SemutGatal Sumsel Siap Berkontribusi Nyata Untuk Masyarakat Kertapati

9 Mei 2026 - 15:45 WIB

Kapolres Musi Rawas Utara Update Penanganan Laka Muratara: Tim DVI Identifikasi Korban Terbakar Bus ALS dan Truk Tangki

7 Mei 2026 - 15:31 WIB

Nama Wartawan Wartasumsel Diduga Dicatut untuk Minta Uang ke Camat di OKI

7 Mei 2026 - 11:25 WIB

Trending di Hukum