Menu

Mode Gelap
Pupuk Subsidi Naik Jauh dari HET? Petani Pampangan Minta Sidak Dana Hibah KONI Palembang Disorot, GRANSI Minta Kejari Periksa Seluruh Pengurus dan Dispora Sengketa Tanah di Ogan Komering Ilir: Mediasi Buntu, Akses Perusahaan Terancam Ditutup Aksi Damai di Kejati Sumsel, GRANSI dan Forum LSM Bersatu Minta Usut Dugaan Korupsi Proyek Pertanian Tahun Anggaran 2025 di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Sumsel Kuasa Hukum Junaidi Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Air Sugihan, Tegaskan Latar Belakang Sengketa Lahan Harus Diungkap Secara Utuh Ketua LSM KRAK Sumsel: “Jangan Main-Main dengan Hak Rakyat!” Rekomendasi HGU Komisi II DPR RI Harus Segera Dieksekusi

Daerah

Pasien BPJS-KIS Keluhkan Pelayanan RSUD Kayuagung, Pulang Tanpa Perawatan

badge-check


					Kondisi pasien (ET) 46 tahun peserta BPJS-KIS saat di IGD RSUD Kayuagung Perbesar

Kondisi pasien (ET) 46 tahun peserta BPJS-KIS saat di IGD RSUD Kayuagung

Kayuagung, Seorang pasien (ET) 46 tahun peserta BPJS-KIS mengaku kecewa terhadap pelayanan di RSUD Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Pasien tersebut akhirnya pulang tanpa mendapat perawatan karena pihak rumah sakit menyatakan penyakit yang diderita tidak termasuk dalam kategori yang ditanggung BPJS.

Peristiwa itu terjadi pada 22 Agustus 2025. Menurut keluarga, pihak medis enggan memberikan obat tanpa persetujuan keluarga pasien. Salah seorang dokter yang bertugas bahkan menegaskan hasil pemeriksaan darah tidak menunjukkan gejala demam berdarah dengue (DBD), sehingga pasien dianggap sebagai pasien umum.

“Buk, kami belum bisa beri obat. Kami harus minta persetujuan keluarga dulu, karena hasil pemeriksaan darah tidak menunjukkan DBD. Kalau begitu, pasien masuk kategori umum alias bayar,” ujar salah satu dokter kepada keluarga pasien.

Kakak pasien menyayangkan sikap tersebut. Ia menilai semestinya pasien diberikan pertolongan pertama terlebih dahulu, bukan ditolak atau dibiarkan pulang tanpa perawatan.

“Adik saya punya kartu BPJS-KIS dari pemerintah, itu yang kami andalkan untuk berobat. Tapi dokter bilang tetap bayar kalau bukan DBD. Karena kami tidak punya biaya, akhirnya kami minta pulang. Sampai sekarang adik saya masih terbaring lemas di rumah,” ungkapnya pada media ini, Jumat (29/8/2025)

Ia menambahkan, pelayanan BPJS di RSUD Kayuagung kini dirasakan berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Dulu pasien langsung ditolong dulu, baru administrasi menyusul. Sekarang justru dipersulit. Kami bingung, ada apa dengan rumah sakit ini,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Kayuagung belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian ini. (Fry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pupuk Subsidi Naik Jauh dari HET? Petani Pampangan Minta Sidak

8 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Dana Hibah KONI Palembang Disorot, GRANSI Minta Kejari Periksa Seluruh Pengurus dan Dispora

5 Agustus 2026 - 20:05 WIB

Sengketa Tanah di Ogan Komering Ilir: Mediasi Buntu, Akses Perusahaan Terancam Ditutup

24 Juli 2026 - 09:48 WIB

Aksi Damai di Kejati Sumsel, GRANSI dan Forum LSM Bersatu Minta Usut Dugaan Korupsi Proyek Pertanian Tahun Anggaran 2025 di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Sumsel

14 Juli 2026 - 13:31 WIB

Kuasa Hukum Junaidi Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Air Sugihan, Tegaskan Latar Belakang Sengketa Lahan Harus Diungkap Secara Utuh

11 Juli 2026 - 21:16 WIB

Trending di Daerah