Menu

Mode Gelap
Dua BUMN, Dua Masalah Serius: GRANSI Desak Kejaksaan Usut Peran Daconi Kotop Dana Desa Lingkis Dialokasikan untuk Pembangunan dan Ketahanan Pangan Proyek Jembatan Besi Ulak Jermun Rp5,9 Miliar Disorot: Transparansi Dipertanyakan, Mutu Konstruksi Diragukan GRANSI Ungkap Dugaan Korupsi Sistemik Proyek APBD Banyuasin 2024, Sembilan Paket Miliaran Dilaporkan ke Kejati Sumsel 24 Tenaga Ahli Banyuasin dan Bayang-Bayang Balas Jasa Politik Jalan Rusak Dibiarkan, PT Melania/Samrock Diduga Ingkari Kesepakatan DPRD dan Abaikan Hak Warga

Daerah

Pasien BPJS-KIS Keluhkan Pelayanan RSUD Kayuagung, Pulang Tanpa Perawatan

badge-check


					Kondisi pasien (ET) 46 tahun peserta BPJS-KIS saat di IGD RSUD Kayuagung Perbesar

Kondisi pasien (ET) 46 tahun peserta BPJS-KIS saat di IGD RSUD Kayuagung

Kayuagung, Seorang pasien (ET) 46 tahun peserta BPJS-KIS mengaku kecewa terhadap pelayanan di RSUD Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Pasien tersebut akhirnya pulang tanpa mendapat perawatan karena pihak rumah sakit menyatakan penyakit yang diderita tidak termasuk dalam kategori yang ditanggung BPJS.

Peristiwa itu terjadi pada 22 Agustus 2025. Menurut keluarga, pihak medis enggan memberikan obat tanpa persetujuan keluarga pasien. Salah seorang dokter yang bertugas bahkan menegaskan hasil pemeriksaan darah tidak menunjukkan gejala demam berdarah dengue (DBD), sehingga pasien dianggap sebagai pasien umum.

“Buk, kami belum bisa beri obat. Kami harus minta persetujuan keluarga dulu, karena hasil pemeriksaan darah tidak menunjukkan DBD. Kalau begitu, pasien masuk kategori umum alias bayar,” ujar salah satu dokter kepada keluarga pasien.

Kakak pasien menyayangkan sikap tersebut. Ia menilai semestinya pasien diberikan pertolongan pertama terlebih dahulu, bukan ditolak atau dibiarkan pulang tanpa perawatan.

“Adik saya punya kartu BPJS-KIS dari pemerintah, itu yang kami andalkan untuk berobat. Tapi dokter bilang tetap bayar kalau bukan DBD. Karena kami tidak punya biaya, akhirnya kami minta pulang. Sampai sekarang adik saya masih terbaring lemas di rumah,” ungkapnya pada media ini, Jumat (29/8/2025)

Ia menambahkan, pelayanan BPJS di RSUD Kayuagung kini dirasakan berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Dulu pasien langsung ditolong dulu, baru administrasi menyusul. Sekarang justru dipersulit. Kami bingung, ada apa dengan rumah sakit ini,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Kayuagung belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian ini. (Fry)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua BUMN, Dua Masalah Serius: GRANSI Desak Kejaksaan Usut Peran Daconi Kotop

4 Januari 2026 - 01:53 WIB

Dana Desa Lingkis Dialokasikan untuk Pembangunan dan Ketahanan Pangan

1 Januari 2026 - 19:27 WIB

Proyek Jembatan Besi Ulak Jermun Rp5,9 Miliar Disorot: Transparansi Dipertanyakan, Mutu Konstruksi Diragukan

1 Januari 2026 - 19:16 WIB

GRANSI Ungkap Dugaan Korupsi Sistemik Proyek APBD Banyuasin 2024, Sembilan Paket Miliaran Dilaporkan ke Kejati Sumsel

17 Desember 2025 - 10:49 WIB

24 Tenaga Ahli Banyuasin dan Bayang-Bayang Balas Jasa Politik

17 Desember 2025 - 01:18 WIB