Menu

Mode Gelap
Sengketa Tanah di Ogan Komering Ilir: Mediasi Buntu, Akses Perusahaan Terancam Ditutup Aksi Damai di Kejati Sumsel, GRANSI dan Forum LSM Bersatu Minta Usut Dugaan Korupsi Proyek Pertanian Tahun Anggaran 2025 di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Sumsel Kuasa Hukum Junaidi Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Air Sugihan, Tegaskan Latar Belakang Sengketa Lahan Harus Diungkap Secara Utuh Ketua LSM KRAK Sumsel: “Jangan Main-Main dengan Hak Rakyat!” Rekomendasi HGU Komisi II DPR RI Harus Segera Dieksekusi PT Melania Kembali Jadi Sorotan, Diduga Lakukan Penggalian di Luar HGU LSM PERMAK Kritik Studi Tiru 15 Desa di Lempuing Jaya: Habiskan Anggaran di Tengah Defisit

Daerah

Memilih Bungkam, Paslon MURI Hindari Konferensi Pers Debat Publik

badge-check


					Memilih Bungkam, Paslon MURI Hindari Konferensi Pers Debat Publik Perbesar

Palembang, Wartasumsel.co.id — Pada debat perdana Pilkada Ogan Komering Ilir (OKI) 2024 yang berlangsung di Hotel Novotel Palembang, 1 November 2024, pasangan calon nomor urut 02, Muchendi-Supriyanto (MURI) memicu tanda tanya publik dengan tindakan yang terkesan menghindar.

Usai debat, keduanya langsung meninggalkan lokasi tanpa mengikuti sesi tanya jawab bersama wartawan, yang seharusnya menjadi wadah untuk lebih memperjelas visi dan misi di hadapan publik.

Disiarkan langsung oleh beberapa TV lokal Sumatera Selatan, sesi debat ini diharapkan menjadi momen keterbukaan para kandidat terhadap pertanyaan-pertanyaan kritis dari media.

Namun, sikap paslon ini justru menimbulkan spekulasi mengenai sejauh mana komitmen mereka terhadap transparansi dan dialog publik.

Publik pun bereaksi, apakah sikap menghindar ini mencerminkan kepemimpinan yang kurang responsif atau tidak menghargai peran jurnalis yang sedang menggali informasi berimbang untuk disajikan melalui masa media,

“Sebagai calon pemimpin, mereka seharusnya menggunakan momen ini untuk mendekatkan diri kepada masyarakat. Jika sekarang menghindar, bagaimana nanti saat dihadapkan pada persoalan lebih besar?” Sabtu, (2/11/2024).

Reaksi serupa disampaikan Siti, pedagang di Tanjung Lubuk. “Saya berharap pemimpin yang siap mendengar dan memberikan jawaban. Kalau sekarang sudah menghindar, bagaimana nanti jika sudah terpilih? Masyarakat butuh pemimpin yang berani berdialog,” ujarnya.

Bagi pemilih muda, seperti Sukri Hasan, mahasiswa warga Celikah Kayuagung ini menyebut keterbukaan calon adalah syarat mutlak kepercayaan. “Kalau calon hanya tampil di panggung tapi enggan berkomunikasi langsung tentunya patut dipertanyakan. Apalagi bila sengaja menghindar wartawan,” ungkapnya.

Publik memaklumi bila paslon memiliki tim media sendiri sebagai sarana publikasi. Tetapi akan lebih berimbang bila di ikuti media lainnya.

Ketiadaan Muchendi-Supriyanto dalam konferensi pers tersebut kini menimbulkan kekhawatiran terkait responsivitas mereka terhadap isu-isu di OKI. Di tengah proses Pilkada, warga OKI berharap memiliki pemimpin yang bukan hanya berwawasan luas tetapi juga siap menjawab aspirasi masyarakat secara jujur dan transparan,

“Menghindari wartawan bukanlah sikap pemimpin yang terbuka kepada masyarakat. Dengan sikap demikian pula akan menimbulkan kesenjangan dengan pekerja media” ujarnya.
(Nofis/MCJD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sengketa Tanah di Ogan Komering Ilir: Mediasi Buntu, Akses Perusahaan Terancam Ditutup

24 Juli 2026 - 09:48 WIB

Aksi Damai di Kejati Sumsel, GRANSI dan Forum LSM Bersatu Minta Usut Dugaan Korupsi Proyek Pertanian Tahun Anggaran 2025 di Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Prov. Sumsel

14 Juli 2026 - 13:31 WIB

Kuasa Hukum Junaidi Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Air Sugihan, Tegaskan Latar Belakang Sengketa Lahan Harus Diungkap Secara Utuh

11 Juli 2026 - 21:16 WIB

LSM PERMAK Kritik Studi Tiru 15 Desa di Lempuing Jaya: Habiskan Anggaran di Tengah Defisit

16 Mei 2026 - 17:03 WIB

SemutGatal Sumsel Siap Berkontribusi Nyata Untuk Masyarakat Kertapati

9 Mei 2026 - 15:45 WIB

Trending di Daerah