Menu

Mode Gelap
Ironis! Gedung Baru SDN 08 Talang Kelapa Sudah Bocor, Aktivitas Belajar Terganggu Icang Rahardian: Jangan Biarkan Mitra MBG Main-Main dengan Gizi Anak Konflik Lahan di OKI Memanas, Petani Kirim Surat Resmi ke Prabowo Membara lagi kebakaran Illegal Refinery di Pal-2, Kecamatan Babat Toman Paripurna LKPJ 2025, DPRD OKI Ingatkan Program Jangan Sekadar Serapan Anggaran “Kasus Kepsek Aniaya Aktivis Memanas: Bupati Banyuasin, Kadisdik dan Polsek Mariana Didesak Bertanggung Jawab”

Headline

Baznas OKI Gelar Lomba Menggambar dalam Rangka HUT ke-24

badge-check


					Baznas OKI Gelar Lomba Menggambar dalam Rangka HUT ke-24 Perbesar

Kayuagung, Wartasumsel.co.id — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar lomba menggambar bagi siswa SD, SMP, SMA, serta kategori umum. Kegiatan ini berlangsung di RBSS I Kantor Pemda OKI, Kayuagung, pada Kamis (13/2).

Lomba ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Baznas OKI, yang mengusung tagline “Cahaya Zakat, Keajaiban bagi Muzaki dan Mustahik.”

Ketua Baznas OKI, Devison S.Pd.I, didampingi pengurus, menjelaskan kepada media bahwa sepanjang perjalanannya, Baznas OKI telah menjalankan lima program unggulan untuk membantu masyarakat.

Lima Program Unggulan Baznas OKI:

1. OKI Peduli – Program sosial yang mencakup kegiatan Jumat Berbagi bagi masyarakat kurang mampu.

2. OKI Cerdas – Memberikan beasiswa dan bantuan pendidikan bagi siswa SD, SMP, SMA, serta mahasiswa di OKI.

3. OKI Makmur – Menyediakan pinjaman modal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

4. OKI Sehat – Program bantuan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu serta distribusi susu tinggi protein.

5. OKI Bertakwa – Berupa bantuan pembangunan masjid, santunan bagi ustaz dan ustazah, serta pembinaan mualaf.

Menurut Devison, dana yang terkumpul dari infaq, zakat, dan sedekah ASN di OKI saat ini mencapai Rp 250 juta per bulan. Ke depan, pihaknya berencana memperluas jangkauan pengumpulan dana dengan menyasar perusahaan serta kafe-kafe di wilayah OKI.

Ia juga menyoroti perbedaan kebijakan infak antara OKI dan daerah lain. Beberapa kota/kabupaten tetangga telah mewajibkan infak bagi ASN, sementara di OKI masih bersifat sukarela.

“Dalam beberapa daerah lain, infak bagi ASN bersifat wajib dengan pemotongan nominal tertentu, yang sering kali menimbulkan kesan keterpaksaan. Di OKI, kami lebih mengedepankan himbauan, dan alhamdulillah, antusiasme para ASN cukup tinggi,” ujarnya.

Ia berharap program OKI Sehat dapat terus berkembang pada tahun 2025, mengingat masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan, sementara anggaran yang tersedia terbatas.

“Dengan pola yang ada saat ini, kami berharap program OKI Sehat bisa meningkat pada tahun 2025 agar lebih banyak masyarakat yang terbantu,” pungkasnya.(Nov)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Paripurna LKPJ 2025, DPRD OKI Ingatkan Program Jangan Sekadar Serapan Anggaran

31 Maret 2026 - 09:57 WIB

Geger! Dugaan Pungli dan Manipulasi Program Pertanian di Ogan Komering Ilir Siap Dilaporkan ke Pusat

20 Februari 2026 - 09:57 WIB

Penanganan Eceng Gondok di Terate–Belanti Tunggu Ponton

17 Februari 2026 - 11:23 WIB

LSM KRAK Sumsel dan Masyarakat Geruduk ATR/BPN RI, Desak Pemerintah Tindak Tegas Dugaan Pelanggaran Berat PT Melania/Samrock

8 Desember 2025 - 19:41 WIB

LSM KRAK Akan Demo ke Kemenkeu dan Setpres, Soroti Belanja Rehab Rumdis Pejabat OKI di Tengah Devisit

20 November 2025 - 13:05 WIB