Menu

Mode Gelap
Dua BUMN, Dua Masalah Serius: GRANSI Desak Kejaksaan Usut Peran Daconi Kotop Dana Desa Lingkis Dialokasikan untuk Pembangunan dan Ketahanan Pangan Proyek Jembatan Besi Ulak Jermun Rp5,9 Miliar Disorot: Transparansi Dipertanyakan, Mutu Konstruksi Diragukan GRANSI Ungkap Dugaan Korupsi Sistemik Proyek APBD Banyuasin 2024, Sembilan Paket Miliaran Dilaporkan ke Kejati Sumsel 24 Tenaga Ahli Banyuasin dan Bayang-Bayang Balas Jasa Politik Jalan Rusak Dibiarkan, PT Melania/Samrock Diduga Ingkari Kesepakatan DPRD dan Abaikan Hak Warga

Daerah

Buaya Dua Meter Sering Muncul, Warga Desa Jermun Resah

badge-check


					Warga Desa Jermun, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dibuat resah dengan kemunculan seekor buaya muara berukuran sekitar dua meter di Sungai Perbesar

Warga Desa Jermun, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dibuat resah dengan kemunculan seekor buaya muara berukuran sekitar dua meter di Sungai

Pampangan, Wartasumsel.co.id – Warga Desa Jermun, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dibuat resah dengan kemunculan seekor buaya muara berukuran sekitar dua meter di Sungai Tembusan Muara yang menghubungkan Desa Pulu Parang, Kecamatan Jejawi, dan Desa Jermun, Kecamatan Pampangan.

Kemunculan buaya tersebut bahkan sempat terekam oleh warga dan viral di media sosial. Menurut kesaksian warga, reptil berbahaya ini hampir setiap hari terlihat dalam dua minggu terakhir, menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat yang sering beraktivitas di sungai tersebut.

“Sangat menakutkan jika tidak segera ditangkap, karena saya sering beraktivitas di kawasan sungai ini,” ujar salah satu warga Desa Jermun, Selasa (25/2/2025).

Kepala Desa Jermun, Abusroni, SE, juga mengonfirmasi bahwa dirinya kerap menerima laporan dari warga terkait keberadaan buaya tersebut. Ia mengaku khawatir karena sungai ini merupakan jalur utama transportasi warga, termasuk bagi nelayan dan petani.

“Saat saya dan warga memantau debit air sungai, saya melihat sesuatu yang aneh. Setelah diamati lebih lanjut, ternyata itu adalah buaya,” ungkap Abusroni.

Lebih mengkhawatirkan lagi, buaya tersebut dikabarkan sering naik ke tanggul atau kanal di sekitar sungai, sehingga semakin membuat warga ketakutan. Bahkan, keberadaan buaya ini menyebabkan ternak seperti ayam dan bebek warga menghilang.

Untuk mengantisipasi bahaya, pihak desa akan memasang papan peringatan agar warga lebih berhati-hati.

“Kami khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, karena sungai ini menjadi tempat utama aktivitas masyarakat, baik untuk transportasi, mencari ikan, maupun kebutuhan sehari-hari seperti mencuci kendaraan,” tambahnya.

Abusroni juga berencana segera melaporkan kejadian ini ke instansi terkait di Pemerintah Kabupaten OKI agar mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

“Kami berharap pemerintah segera bertindak agar masyarakat tidak lagi resah dan bisa kembali beraktivitas dengan aman,” pungkasnya. (Nov)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua BUMN, Dua Masalah Serius: GRANSI Desak Kejaksaan Usut Peran Daconi Kotop

4 Januari 2026 - 01:53 WIB

Dana Desa Lingkis Dialokasikan untuk Pembangunan dan Ketahanan Pangan

1 Januari 2026 - 19:27 WIB

Proyek Jembatan Besi Ulak Jermun Rp5,9 Miliar Disorot: Transparansi Dipertanyakan, Mutu Konstruksi Diragukan

1 Januari 2026 - 19:16 WIB

GRANSI Ungkap Dugaan Korupsi Sistemik Proyek APBD Banyuasin 2024, Sembilan Paket Miliaran Dilaporkan ke Kejati Sumsel

17 Desember 2025 - 10:49 WIB

24 Tenaga Ahli Banyuasin dan Bayang-Bayang Balas Jasa Politik

17 Desember 2025 - 01:18 WIB