Menu

Mode Gelap
SemutGatal Sumsel Siap Berkontribusi Nyata Untuk Masyarakat Kertapati Kapolres Musi Rawas Utara Update Penanganan Laka Muratara: Tim DVI Identifikasi Korban Terbakar Bus ALS dan Truk Tangki Nama Wartawan Wartasumsel Diduga Dicatut untuk Minta Uang ke Camat di OKI Warga Desa Setiajaya Keluhkan Jalan Rusak Akibat Aktivitas Truk Alat Berat Icang Rahardian: Kolaborasi Kunci Masa Depan Pendidikan Indonesia Diskominfo OKI Sosialisasikan PP Tunas, Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

Ogan Komering Ilir

Meriahkan Lebaran di Kayuagung: Kemegahan Midang Bebuke, Lomba Sastra Cang Incang, dan Serunya Tradisi Cakat Stempel

badge-check

KAYUAGUNG, Wartasumsel.co.id — Perayaan Idulfitri di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tahun ini kembali dimeriahkan oleh berbagai tradisi khas yang memikat dan sarat makna budaya. Dari kemegahan arak-arakan pengantin adat dalam Midang Bebuke, hingga semaraknya tradisi unik Cakat Stempel di Sungai Komering, suasana Lebaran di Kayuagung benar-benar istimewa.

Pada hari ke-3 dan ke-4 Lebaran, puluhan pasangan pengantin berbusana adat menyusuri Sungai Komering dalam tradisi Midang Bebuke. Diiringi alunan musik Tanjidor, iring-iringan ini memukau warga yang memadati sepanjang sungai. Rangkaian acara ini berakhir di halaman Pantai Love, Kelurahan Sida Kersa, dan menjadi salah satu atraksi budaya yang paling dinanti setiap tahunnya.

Tradisi Midang Bebuke bukan sekadar perayaan, melainkan perwujudan kekayaan budaya masyarakat Kayuagung yang telah diwariskan sejak abad ke-17. Busana pengantin, pakaian tradisional, serta ornamen khasnya menjadi representasi identitas lokal yang terus dijaga.

Tak hanya itu, Lebaran kali ini juga diramaikan dengan lomba Cang Incang — seni sastra tutur warisan leluhur yang masih hidup hingga kini. Menariknya, perlombaan ini justru menyedot perhatian generasi muda, khususnya Gen Z, untuk mengenal dan mencintai sastra daerah meski berada di era digital dan kecanggihan teknologi seperti ChatGPT.

Di sisi lain, Sungai Komering juga menjadi pusat keseruan dengan tradisi Cakat Stempel. Puluhan speedboat hilir mudik membawa penumpang menikmati sensasi “dibasahi air” saat melaju dengan kecepatan tinggi. Tradisi ini telah menjadi hiburan rakyat yang tak tergantikan dan melahirkan slogan legendaris: “Dak basah, dak lebaran.”

Lebaran di Kayuagung memang selalu membawa nuansa berbeda — bukan hanya momen kemenangan setelah sebulan berpuasa, tapi juga waktu untuk pulang, berkumpul bersama keluarga, dan merayakan budaya yang tak lekang oleh zaman. (Nelly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Nama Wartawan Wartasumsel Diduga Dicatut untuk Minta Uang ke Camat di OKI

7 Mei 2026 - 11:25 WIB

Diskominfo OKI Sosialisasikan PP Tunas, Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

28 April 2026 - 17:16 WIB

Paripurna LKPJ 2025, DPRD OKI Ingatkan Program Jangan Sekadar Serapan Anggaran

31 Maret 2026 - 09:57 WIB

Geger! Dugaan Pungli dan Manipulasi Program Pertanian di Ogan Komering Ilir Siap Dilaporkan ke Pusat

20 Februari 2026 - 09:57 WIB

Penanganan Eceng Gondok di Terate–Belanti Tunggu Ponton

17 Februari 2026 - 11:23 WIB

Trending di Daerah