Menu ✖

Mode Gelap
Nelayan Menjerit !, Dugaan  TRAWL Resahkan Kuala Sungai Pasir SPAK-OKI Bawa Dugaan Pungli Disdik ke Pemda, Kabid SD Disorot Dugaan Pengeroyokan di Lapas Kayuagung, Korban Masuk ICU, Tiga Warga Binaan Di-BAP Demo di Kantor Gubernur Sumsel, GRANSI ‘Gedor’ Disdik: Soroti Pungutan SMK Negeri 2 Palembang dan Desak Kadisdik Dievaluasi Dirgahayu Republik Indonesia Ke – 81, Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju Dirgahayu Republik Indonesia Ke – 81, Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju

Ogan Komering Ilir

Meriahkan Lebaran di Kayuagung: Kemegahan Midang Bebuke, Lomba Sastra Cang Incang, dan Serunya Tradisi Cakat Stempel

badge-check

KAYUAGUNG, Wartasumsel.co.id — Perayaan Idulfitri di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tahun ini kembali dimeriahkan oleh berbagai tradisi khas yang memikat dan sarat makna budaya. Dari kemegahan arak-arakan pengantin adat dalam Midang Bebuke, hingga semaraknya tradisi unik Cakat Stempel di Sungai Komering, suasana Lebaran di Kayuagung benar-benar istimewa.

Pada hari ke-3 dan ke-4 Lebaran, puluhan pasangan pengantin berbusana adat menyusuri Sungai Komering dalam tradisi Midang Bebuke. Diiringi alunan musik Tanjidor, iring-iringan ini memukau warga yang memadati sepanjang sungai. Rangkaian acara ini berakhir di halaman Pantai Love, Kelurahan Sida Kersa, dan menjadi salah satu atraksi budaya yang paling dinanti setiap tahunnya.

Tradisi Midang Bebuke bukan sekadar perayaan, melainkan perwujudan kekayaan budaya masyarakat Kayuagung yang telah diwariskan sejak abad ke-17. Busana pengantin, pakaian tradisional, serta ornamen khasnya menjadi representasi identitas lokal yang terus dijaga.

Tak hanya itu, Lebaran kali ini juga diramaikan dengan lomba Cang Incang — seni sastra tutur warisan leluhur yang masih hidup hingga kini. Menariknya, perlombaan ini justru menyedot perhatian generasi muda, khususnya Gen Z, untuk mengenal dan mencintai sastra daerah meski berada di era digital dan kecanggihan teknologi seperti ChatGPT.

Di sisi lain, Sungai Komering juga menjadi pusat keseruan dengan tradisi Cakat Stempel. Puluhan speedboat hilir mudik membawa penumpang menikmati sensasi “dibasahi air” saat melaju dengan kecepatan tinggi. Tradisi ini telah menjadi hiburan rakyat yang tak tergantikan dan melahirkan slogan legendaris: “Dak basah, dak lebaran.”

Lebaran di Kayuagung memang selalu membawa nuansa berbeda — bukan hanya momen kemenangan setelah sebulan berpuasa, tapi juga waktu untuk pulang, berkumpul bersama keluarga, dan merayakan budaya yang tak lekang oleh zaman. (Nelly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

SPAK-OKI Bawa Dugaan Pungli Disdik ke Pemda, Kabid SD Disorot

30 September 2026 - 18:16 WIB

Dugaan Pengeroyokan di Lapas Kayuagung, Korban Masuk ICU, Tiga Warga Binaan Di-BAP

22 Agustus 2026 - 15:50 WIB

Pupuk Subsidi Naik Jauh dari HET? Petani Pampangan Minta Sidak

8 Agustus 2026 - 19:26 WIB

Sengketa Tanah di Ogan Komering Ilir: Mediasi Buntu, Akses Perusahaan Terancam Ditutup

24 Juli 2026 - 09:48 WIB

Kuasa Hukum Junaidi Klarifikasi Peristiwa Penembakan di Air Sugihan, Tegaskan Latar Belakang Sengketa Lahan Harus Diungkap Secara Utuh

11 Juli 2026 - 21:16 WIB

Trending di Daerah