Menu

Mode Gelap
“Kasus Kepsek Aniaya Aktivis Memanas: Bupati Banyuasin, Kadisdik dan Polsek Mariana Didesak Bertanggung Jawab” Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026, Mohon Maaf Lahir dan Bathin Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026, Mohon Maaf Lahir dan Bathin Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026, Mohon Maaf Lahir dan Bathin Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026, Mohon Maaf Lahir dan Bathin Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 H / 2026, Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Ogan Komering Ilir

Meriahkan Lebaran di Kayuagung: Kemegahan Midang Bebuke, Lomba Sastra Cang Incang, dan Serunya Tradisi Cakat Stempel

badge-check

KAYUAGUNG, Wartasumsel.co.id — Perayaan Idulfitri di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tahun ini kembali dimeriahkan oleh berbagai tradisi khas yang memikat dan sarat makna budaya. Dari kemegahan arak-arakan pengantin adat dalam Midang Bebuke, hingga semaraknya tradisi unik Cakat Stempel di Sungai Komering, suasana Lebaran di Kayuagung benar-benar istimewa.

Pada hari ke-3 dan ke-4 Lebaran, puluhan pasangan pengantin berbusana adat menyusuri Sungai Komering dalam tradisi Midang Bebuke. Diiringi alunan musik Tanjidor, iring-iringan ini memukau warga yang memadati sepanjang sungai. Rangkaian acara ini berakhir di halaman Pantai Love, Kelurahan Sida Kersa, dan menjadi salah satu atraksi budaya yang paling dinanti setiap tahunnya.

Tradisi Midang Bebuke bukan sekadar perayaan, melainkan perwujudan kekayaan budaya masyarakat Kayuagung yang telah diwariskan sejak abad ke-17. Busana pengantin, pakaian tradisional, serta ornamen khasnya menjadi representasi identitas lokal yang terus dijaga.

Tak hanya itu, Lebaran kali ini juga diramaikan dengan lomba Cang Incang — seni sastra tutur warisan leluhur yang masih hidup hingga kini. Menariknya, perlombaan ini justru menyedot perhatian generasi muda, khususnya Gen Z, untuk mengenal dan mencintai sastra daerah meski berada di era digital dan kecanggihan teknologi seperti ChatGPT.

Di sisi lain, Sungai Komering juga menjadi pusat keseruan dengan tradisi Cakat Stempel. Puluhan speedboat hilir mudik membawa penumpang menikmati sensasi “dibasahi air” saat melaju dengan kecepatan tinggi. Tradisi ini telah menjadi hiburan rakyat yang tak tergantikan dan melahirkan slogan legendaris: “Dak basah, dak lebaran.”

Lebaran di Kayuagung memang selalu membawa nuansa berbeda — bukan hanya momen kemenangan setelah sebulan berpuasa, tapi juga waktu untuk pulang, berkumpul bersama keluarga, dan merayakan budaya yang tak lekang oleh zaman. (Nelly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Geger! Dugaan Pungli dan Manipulasi Program Pertanian di Ogan Komering Ilir Siap Dilaporkan ke Pusat

20 Februari 2026 - 09:57 WIB

Penanganan Eceng Gondok di Terate–Belanti Tunggu Ponton

17 Februari 2026 - 11:23 WIB

LSM KRAK Akan Demo ke Kemenkeu dan Setpres, Soroti Belanja Rehab Rumdis Pejabat OKI di Tengah Devisit

20 November 2025 - 13:05 WIB

LSM KRAK Siap Gelar Aksi di KPK RI: Bongkar Kejanggalan Anggaran Rp8,5 M Rehab Pendopoan dan Rumah Dinas Wabup OKI

19 November 2025 - 10:08 WIB

Reno Serap Aspirasi Warga Padang Bulan Saat Reses 1 Masa Sidang 1 tahun 2025/2026 DPRD OKI

7 November 2025 - 22:29 WIB