Menu

Mode Gelap
Dua BUMN, Dua Masalah Serius: GRANSI Desak Kejaksaan Usut Peran Daconi Kotop Dana Desa Lingkis Dialokasikan untuk Pembangunan dan Ketahanan Pangan Proyek Jembatan Besi Ulak Jermun Rp5,9 Miliar Disorot: Transparansi Dipertanyakan, Mutu Konstruksi Diragukan GRANSI Ungkap Dugaan Korupsi Sistemik Proyek APBD Banyuasin 2024, Sembilan Paket Miliaran Dilaporkan ke Kejati Sumsel 24 Tenaga Ahli Banyuasin dan Bayang-Bayang Balas Jasa Politik Jalan Rusak Dibiarkan, PT Melania/Samrock Diduga Ingkari Kesepakatan DPRD dan Abaikan Hak Warga

Headline

Pemkab OKI Hadapi Defisit Rp560 Miliar, Salim Kosim: Harus ada Strategi Fiskal yang Jelas

badge-check


					Pemkab OKI Hadapi Defisit Rp560 Miliar, Salim Kosim: Harus ada Strategi Fiskal yang Jelas Perbesar

Kayuagung, Wartasumsel.co.id — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menghadapi defisit anggaran sebesar Rp560 miliar pada awal kepemimpinan Bupati Muchendi – Supriyanto tahun 2025. Defisit ini berpotensi menghambat pembangunan dan pelayanan publik jika tidak segera ditangani dengan strategi yang efektif.

Direktur Prisma Institute Sumsel, Salim Kosim, menilai bahwa kebijakan fiskal yang jelas dan terukur sangat dibutuhkan untuk menekan defisit ini. Menurutnya, pemerintah daerah harus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta melakukan efisiensi belanja agar kondisi fiskal tetap stabil.

“Pemkab OKI harus serius dalam meningkatkan PAD. Sumber-sumber pendapatan daerah yang potensial harus di eksplorasi lebih jauh, terutama dari sektor pajak dan retribusi daerah,” ujar Salim Kosim saat diwawancarai, Senin (3/2).

Berdasarkan data dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) OKI, total belanja daerah pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai Rp2,58 triliun. Rincian anggaran tersebut terdiri dari belanja operasional sebesar Rp1,05 triliun, belanja modal Rp 290,22 miliar, belanja tak terduga Rp 10 miliar, serta belanja transfer Rp 447,95 miliar. Sementara itu, pendapatan daerah bersumber dari PAD sebesar Rp 288,81 miliar, pendapatan transfer Rp 2,25 triliun, dan pembiayaan Rp 49,16 miliar.

Langkah Strategis dalam Menekan Defisit

Melihat kondisi ini, Salim Kosim yang juga alumni Universitas Terbuka, menyarankan beberapa langkah strategis jangka pendek untuk mengatasi defisit, di antaranya:

  1. Efisiensi Belanja – Mengurangi program-program yang kurang prioritas dan memastikan setiap pengeluaran memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
  2. Peningkatan PAD – Mengoptimalkan sektor pajak dan retribusi daerah serta memanfaatkan sumber pendapatan yang belum tergaraf secara maksimal.
  3. Optimalisasi Dana Transfer – Mengupayakan peningkatan dana insentif daerah dan alokasi transfer pusat melalui perencanaan anggaran yang lebih efektif.

Selain langkah jangka pendek, ia juga menekankan pentingnya strategi jangka menengah dan panjang, seperti reformasi sistem pajak dan retribusi serta diversifikasi ekonomi lokal agar tidak terlalu bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.

“Pemerintah harus memastikan belanja daerah berjalan efektif. Program yang tidak berdampak langsung pada masyarakat perlu dievaluasi. Selain itu, Pemkab OKI bisa menggandeng sektor swasta dalam investasi daerah untuk meningkatkan pendapatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kebijakan fiskal yang lebih berkelanjutan dengan perencanaan anggaran berbasis data harus menjadi prioritas pemerintah daerah. “Pemkab OKI harus berani melakukan inovasi kebijakan dalam pengelolaan anggaran. Tanpa strategi yang jelas, defisit ini bisa menjadi masalah yang berkepanjangan,” tutupnya.

Pemerintah Kabupaten OKI sendiri hingga saat ini masih mengkaji berbagai strategi dalam menekan defisit anggaran. Bupati Muchendi – Supriyanto diharapkan dapat mengambil langkah konkret guna menjaga stabilitas fiskal daerah dan memastikan pembangunan tetap berjalan tanpa mengorbankan pelayanan publik. (Fis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

LSM KRAK Sumsel dan Masyarakat Geruduk ATR/BPN RI, Desak Pemerintah Tindak Tegas Dugaan Pelanggaran Berat PT Melania/Samrock

8 Desember 2025 - 19:41 WIB

LSM KRAK Akan Demo ke Kemenkeu dan Setpres, Soroti Belanja Rehab Rumdis Pejabat OKI di Tengah Devisit

20 November 2025 - 13:05 WIB

LSM KRAK Siap Gelar Aksi di KPK RI: Bongkar Kejanggalan Anggaran Rp8,5 M Rehab Pendopoan dan Rumah Dinas Wabup OKI

19 November 2025 - 10:08 WIB

LSM KRAK Siap Laporkan Dugaan Pemaksaan Kehendak Oknum DPRD OKI: APBD-I Dan APBD-P

18 November 2025 - 22:00 WIB

LSM KRAK Menambahkan Laporan Dugaan Defisit Rp560 Miliar APBD OKI ke Mabes Polri, Tim Kortastipidkor Terima dan Siap Tindaklanjuti

18 November 2025 - 01:45 WIB